January 2, 2017

Tahun baru. Masanya dimana banyak resolusi baru yang muncul ke permukaan pembicaraan. Tidak sedikit orang membuat daftar hal yang ingin mereka capai ataupun ingin diubah dari tahun yang lalu selama kurang lebih 365 hari ke depan. Uniknya, resolusi sebagai kata yang sering kita gunakan di awal tahun pada dasarnya dalam bahasa Indonesia tidak memiliki arti 'daftar keinginan melakukan/target melakukan sesuatu/keputusan untuk berubah/dll.'
resolusi/re·so·lu·si/ /résolusi/ n putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal: rapat akhirnya mengeluarkan suatu -- yang akan diajukan kepada pemerintah
Dalam bahasa Inggris, kata Resolution memang lebih sesuai untuk penggunaan yang kita maksud. Mungkin karena ditranslasi secara literal, kita anggap artinya sama.
resolution |ˌrezəˈlo͞oSHən|
noun
1 a firm decision to do or not to do something:
Terlepas dari hal ini, resolusi adalah suatu hal yang baik menurut saya secara pribadi dan awal tahun adalah momentum yang tepat. Resolusi juga membantu kita merencanakan perjalanan hidup kita dalam setahun ke depan. Bahkan di akhir tahun resolusi dapat menjadi salah satu alat pengukur  dan evaluasi pencapaian kita selama setahun.

Tentunya kita punya motivasi ketika kita memutuskan membuat resolusi. Motivasi kita dalam membuat resolusi mungkin berbeda-beda. Sebagian orang mungkin merasa sangat puas dengan pencapaiannya setahun sebelumnya sehingga berniat mengalami hal yang sama di tahun depan dengan membuat resolusi baru. Sebagian lagi mungkin ingin mengontrol fokus perjalanannya dalam setahun dengan membuat sebuah daftar yang harus diperhatikan dalam setahun, yakni berupa resolusi. Sebagian lagi, yang tidak dapat dipungkiri, mungkin membuat resolusi atas dasar penyesalan akan hal-hal di setahun yang lalu yang gagal dicapai, hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan, hal-hal yang harusnya dilakukan tetapi belum dilakukan. Penyesalan akan kesalahan-kesalahan.

Penyesalan bagi sebagian orang memang menjadi momok yang tidak mau lepas. Frase 'Harusnya begini... Harusnya begitu.... ' menjadi seperti mp3 macet yang terlantun dan tidak mau lepas dari kepala. Menariknya, kesalahan yang kita buat di waktu lampau bisa jadi bukanlah sebuah kesalahan, hanya saja kita menghukum diri dengan mengatakannya sebuah kesalahan, sahabat baik saya pernah berkata. Namun, katakanlah jika hal-hal itu memang kesalahan yang harusnya tidak kita perbuat maka penting bagi kita untuk tidak terlarut meratapinya.



Cuplikan di atas saya ambil dari sebuah film berjudul Sully rilis tahun 2016 berdasarkan kisah nyata pengalaman hidup Kapten Chesley "Sully" Sullenberger yang diperankan oleh aktor Tom Hanks. Everyone makes mistakes. Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan. Yang membedakan tiap orang adalah respon masing-masing orang terhadap hal itu. Apakah kita terlarut dalam penyesalan? ataukah kita belajar dari kesalahan dan menjadi lebih baik?

Saya berkesimpulan meratapi kesalahan di masa lalu bisa menjadi kebiasaan yang sangat buruk dan bahkan merusak kualitas kepercayaan diri. Sangat penting untuk dihindari.

Ibu saya punya nasihat, 'orang bijak adalah orang yang mampu memetik hikmah'
Memasuki tahun yang baru, nasihat ini menjadi sangat relevan. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan tetapi kita harus memetik hikmah dan belajar dari hal itu untuk menjadi orang yang lebih baik dari tahun lalu. Seperti cuplikan di atas sampaikan, masa lalu perlu diingat dan tidak boleh dilupakan tetapi tidak untuk dihidupi. Nasihat-nasihat ini saya terima sebagai nasihat yang sangat membangun.

Finally, I wish everyone a very good year ahead!
Lets be thankful for all the blessings, and hope for the best.
Selamat menjalani resolusi masing-masing.
Semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lewat pelajaran-pelajaran yang kita terima selama tahun 2016.

0 comment(s):

Post a Comment