May 11, 2016


Lebih sebulan yang lalu Bocelli menawarkan diri kepada Ranieri, yang juga berkebangsaan Italia, untuk menyanyi bagi publik Leicester sebagai bentuk dukungan, dan kekagumannya akan inspirasi yang klub ini tunjukkan musim ini. 

They are a lesson in life: where there is a will there is a way." katanya. 

Bocelli memilih 'Nessun Dorma' sebagai satu dari dua lagu yang iya tampilkan. Mungkin karena kisah aria (solo dalam opera) ini yang mirip tetapi dalam konteks berbeda. Nessun Dorma dinyanyikan di sebuah opera dalam konteks pria yang punya keyakinan akan cintanya terhadap seorang puteri yang cantik tetapi tidak ramah. Dalam kisah ini, seorang pria yakin akan memenangkan hati puteri ini pada akhirnya, sehingga ia berusaha dan mampu melampaui segala tantangan yang puteri berikan. All'alba vincerĂ²! At dawn, I will win! demikian penutup nyanyian indah ini.

Perjalanan Leicester musim ini bukanlah hal yang bisa dilewatkan begitu saja. Menjuarai sebuah liga sepakbola bukanlah hal yang mudah mengingat ada pertandingan setiap minggunya yang harus dilakoni dengan baik demi mengumpulkan poin demi poin sepanjang musim, dan semuanya harus dilakukan dengan konsisten sepanjang musim. Setiap minggunya harus ada fokus, mental, dan kemauan yang sama kuatnya atau lebih. Yang menakjubkan adalah ini dilakukan oleh sebuah klub yang berawal dari papan bawah, pemain-pemain yang bahkan belum terkenal, punya kans sangat kecil menjadi juara, bahkan musim lalu masih berjuang dengan relegasi. Ini adalah sejarah dalam sepakbola bahkan inspirasi bagi banyak orang, tak perduli apapun profesi orang itu. 

Menyampaikan 'Nessun Dorma' pada penampilannya di King Power Stadium, Bocelli seakan ingin menegaskan bahwa ketika kita punya keyakinan dan mau berusaha untuk itu, kita bisa mencapai hal yang orang lain pikir tidak mungkin karena akan selalu ada jalan ke sana.

am a big fan of Andrea Bocelli, and this was truly heartwarming.

0 comment(s):

Post a Comment