December 7, 2013

Halo, ini artikel pertama saya di 2013. *sekilas info*

---

Mayoritas lelaki tentunya mengerti dengan yang namanya MMORPG. Massively Multiplayer Online Role-Playing-Game adalah salah satu tipe permainan yang dimainkan secara Online dan memungkinkan interaksi berupa komunikasi antarpemain dalam ruang wilayah yang sungguh besar. Interaksi terkadang bahkan bisa merambah ke kehidupan nyata, t


ergantung tingkat kepentingan antarpemain. Permainan yang masuk ke dalam kategori ini umumnya memiliki jalan cerita berupa perjalanan hidup seorang karakter (yg kita mainkan) dalam sebuah dunia buatan, sesuai dengan namanya: Role-Playing-Game.

MMORPG yang pernah saya coba hanya ada 3, Xian, Silkroad dan Ragnarok. Ketiganya punya latar belakang cerita, kualitas grafis dan cara bermain yang berbeda-beda. Dua yang pertama sepertinya tidak ada lagi. Yang ketiga adalah yang paling lama saya mainkan dan bisa dikatakan menyedot habis hampir 2 tahun masa SMA saya. haha. *mohon jangan ditiru.

awal mula perjalanan di Ragnarok,
lugu tak berdaya.
MMORPG bisa dikatakan simulasi fantasi tentang kehidupan nyata. Yah, meski fantasinya terlalu berlebihan. hehe. Ragnarok sebagai contohnya, jalan ceritanya dimulai dari seorang lugu yang tak punya kemampuan dan pengalaman apa-apa dalam perperangan. Untuk memperoleh pekerjaan, kita harus melalui ujian terlebih dahulu yang mana berbeda untuk setiap jenis pekerjaan. Agar terbayang, 'Pekerjaan'-nya terdiri dari swordsman, archer, thief, dll. Ini adalah masa galau bagi seorang pemula. Mau jadi apa saya!
Pekerjaan yang saya pilih sekarang akan menjadi jalan hidup saya di Ragnarok ini. Susah senangnya akan saya hadapi dalam profesi ini. Bahasa ini sedikit didramatisir agar feel-nya dapat.

Satu hal yang menarik, kita tidak bisa mengganti profesi kecuali dengan satu cara: lahir kembali.
Dengan demikian, satu profesi seumur hidup.

profesi favorit saya: MAGE
Setelah lulus tes dan menerima profesi, petualangan pun dimulai. Dalam Ragnarok, kita dapat meningkatkan Level profesi kita bahkan bisa meraih promosi hingga ke profesi yang lebih advanced. Untuk meningkatkan Level ini kita memerlukan experience (pengalaman) yang diperoleh dengan membunuh monster dalam Ragnarok. Semakin susah monster tersebut untuk dibunuh, semakin besar experience yang kita raih. Sudah kebayang kan, benar-benar simulasi kehidupan. Kita tak terlahir sempurna tetapi terlahir untuk mengejar kesempurnaan. Setiap harinya melalui mengatasi kejadian/masalah (monster), kita menjadi lebih bijak dan dewasa beberapa langkah (naik Level) karena pengalaman yang kita raih. Semakin besar/berat masalahnya, tentu semakin jauh lebih bijak dan dewasa kita ketika kita lulus dari masalah tersebut.

Dalam Ragnarok, kita juga bisa menemukan Quest. Dalam Quest, kita diberikan tugas dengan imbalan experience yang relatif besar ditambah dengan inventory/skill yang bermanfaat. Tingkat kesulitan Quest berbeda-beda, dan tentunya imbalan berbanding lurus dengan tingkat kesulitan. Quest ini kadang bisa memakan waktu yang sangaaaaat lama karena berbagai kendala, atau kadang bisa memerlukan banyak bantuan teman dalam Ragnarok. Namun satu yang pasti, Quest selalu jadi aktifitas pemain Ragnarok. haha. Jika dilihat lagi, tentu kejadian/masalah datang setiap hari tetapi kita tidak terpaku hanya pengalaman tersebut. Kita mengambil pilihan-pilihan dalam hidup yang menantang kita untuk meraih pengalaman ini itu, atau bahkan pencapaian ini itu yang biasanya bukan suatu yang kecil. Samalah, seperti Quest yang barusan.

Jika saya ceritakan dalam satu tulisan, wah panjang sekali artikel ini nantinya. MMORPG adalah tipe permainan yang kompleksitasnya tinggi dan areanya luas. Banyak hal menarik.

Apa yang mau saya ceritakan darisini? 
Ga ada. 
hahaha.
Ya tidak lah.

Apa yang saya lalui pada masa SMA itu sesekali malah mengingatkan saya tentang pergumulan hidup. Masa yang saya anggap penyia-nyiaan waktu luar biasa, sejatinya punya hikmah juga. Salah memang tetap salah, tetapi kalau bisa menarik pelajaran dan hal baiknya, kenapa tidak.

Terpikir melihat diri si Saya sebagai si gamer. Kelihatan di depan mata, berjalan seiring waktu, ada tuntutan untuk maju, tetapi yang terjadi cuma santai dan diam. Yang si Saya lakukan cenderung duduk dan memainkan khayalan di kepalanya sementara banyak orang sedang mengerjakannya di kehidupan nyata. 

need a hit on the face to remind you reality
Apa yang saya analogikan di atas sebenarnya sesuatu yang benar-benar obvious dan semua orang tahu. Hidup itu ya memang begitu. Namun, kita sering terjebak dalam posisi si gamer, lupa kenyataan dan hanyut dalam khayalan. Lupa bahwa harusnya kita mengerjakan, bukan hanya mengimpikan. Terjebak dalam khayalan itu mudah sekali karena memang enak dan nyaman untuk dilakukan. Baiklah kita punya sesuatu/seseorang sebagai pengingat yang mengingatkan kita: "Hey, kembali kepada kenyataan!" sebagai contoh, Tulisan mungkin?



0 comment(s):

Post a Comment