December 9, 2013

Tulisan ini sedikit berhubungan dengan tulisan sebelumnya. Setiap orang adalah pemimpin, setidaknya bagi dirinya sendiri. Yang berarti setiap orang harus mampu memimpin dirinya sendiri menuju apa yang diimpikannya. Saya pernah berujar 'pimpin dirimu sendiri atau orang lain yang akan melakukannya.' Maksudnya adalah kalau kita tidak memandu diri kita, selanjutnya yang kita lakukan adalah ikut-ikutan. Apa yang orang lakukan, kita ikut. Apa yang lagi nge-trend, kita ikut. Orang bilang A, ikut A. Orang bilang B, ikut B. Begitulah, secara tak langsung sebenarnya kita sedang merelakan diri sendiri untuk dipimpin orang lain jika kita tak memimpin pribadi kita.

Satu bagian dari kepemimpinan adalah mampu melihat, menilai dan memutuskan apa jalan yang sedang dilalui memang tepat dan menuju target. Dituliskan sebelumnya, memimpin diri sendiri. Sebelum berkiprah di masyarakat, terutama organisasi, pekerjaan, dan lainnya, kepemimpinan diri sendiri lah yang terpenting diasah dengan baik. Saya percaya, semua interaksi antarpersonal yang baik berawal dari kondisi personal yang baik. Setiap orang umumnya punya impian untuk dicapai di masa depan. Untuk menuju ke sana, kita perlu memimpin diri kita melalui setiap langkahnya dalam arti kita perlu melihat, menilai dan memutuskan apakah setiap langkah yang kita ambil akan membawa kita kepada impian itu.

kutipan kata-kata Steve Jobs yang berhubungan
dengan self-leadership
Ketika berbicara mengenai kepemimpinan diri sendiri, bagi saya pribadi ini adalah hal yang sangat serius. Bayangkan jika kita tidak mengerti apakah yang sedang kita lakukan memang akan membawa kita mencapai yang kita impikan atau tidak. Kita akan menyia-nyiakan terlalu banyak waktu, atau bahkan kadang malah memutuskan semangat untuk maju. Mencoba hal baru memang baik, tetapi jika mencoba hal baru dengan acak tanpa ada assessment yang baik sama aja dengan lempar botol ke laut.

You must know when to stop walking and when to keep moving forward on the same path.
Saya tidak sedang menyarankan menjadi quitter. Kita memang perlu berhenti dari jalan yang kita pilih karena setelah kita ulas ulang dan pikirkan ternyata itu harus selesaikan apa yang kita mulai. Tidak bisa berhenti begitu saja dan pindah ke alternatif lain. Dalam hal ini, kita dituntut bertanggung jawab atas pilihan kita, konsekuensinya. Namun, jangan berlama-lama. Selesaikan segera. Kita sudah tahu salah, langsung kerahkan seluruh tenaga agar pilihan itu cepat selesai agar kita punya waktu lebih di pilihan selanjutnya.
malah akan membawa kita ke jurang. Namun, kita tetap

Lebih lanjut, aplikasi ya memang akan selalu lebih sulit dari teorinya. Namun, berbekal pengalaman semakin hari kita pasti semakin baik jika kita mau belajar dari kesalahan yang pernah kita alami. No one is born as a leader, even a natural leader needs to find himself out first.


0 comment(s):

Post a Comment