December 8, 2013

Pertama kali saya diperkenalkan dengan 'kepemimpinan' (leadership, dalam terjemahan bahasa Inggris) dan diajarkan lebih mendalam adalah ketika saya menginjak bangku kuliah. Sedikit terlambat karena hal ini adalah salah satu soft skill penting dalam kehidupan sehari-hari. Meski telah diperkenalkan dan banyak diajarkan, tidak serta merta membuat saya benar
-benar mengerti tentang konsep 'pemimpin.' Beberapa minggu lalu saya belajar satu hal baru tentang kepemimpinan.

***
Untuk menyeragamkan pemahaman/pengertian, 'pemimpin' bukan berarti seorang yang punya jabatan sebagai ketua, kepala dsb., melainkan lebih kepada karakter dari seseorang sendiri. Setiap orang adalah pemimpin, setidaknya bagi dirinya sendiri. Yang membedakan pemimpin satu dengan yang lain adalah daya pengaruhnya.
***

Oleh karena 'kepemimpinan' sering dihubungkan dengan jabatan, tidak jarang kita sehari-hari memahami bahwa seorang pemimpin adalah orang yang pandai mengatur orang-orang ataupun pekerjaan. Dengan kata lain seorang pemimpin adalah manajer yang baik. Beberapa minggu lalu, saya belajar leadership dan management punya kekuatan yang berbeda. Hal ini saya pelajari dari buku Stephen Covey tentang 7 Habit yang mungkin kamu sudah pernah baca sampai habis.

Salah satu ciri kuat seorang pemimpin adalah visioner, mampu melihat jauh ke depan apa yang ingin dicapai, dan apakah dia sudah pada jalan yang tepat untuk menuju ke sana. Sedangkan, ciri manajer yang baik adalah perencana yang baik, mampu memilah dan menyusun langkah-langkah untuk mencapai tujuan. Ada orang yang kemampuan manajemennya bagus tetapi kadang mengalami kesulitan memastikan apakah dalam proses berjalannya dia sedang menuju target yang direncanakan dari awal. Ada juga orang yang visioner tetapi rencana/misi yang ia susun tidak efektif. 

Apabila masih sulit dimengerti, Covey memberikan ilustrasi yang sangat membantu yang bisa dibaca di bagian Habit 2, section Leadership and Management: The two creations.

planning and assessing
Keduanya punya guna dan kekuatan yang berbeda yang menurut saya pribadi memang harus dikembangkan dengan metoda berbeda. Apa yang saya pelajari?
Dengan mengerti perbedaan keduanya, kita bisa mulai memberi porsi yang tepat bagi keduanya. Sebagai contoh, ada orang yang punya kemampuan manajemen yang baik tetapi kepemimpinan yang kurang terasah. Namun, oleh karena belum mengerti perbedaan keduanya, perkembangan kepemimpinannya tertinggal dari kemampuan manajemennya. Menurut saya, mengasah kemampuan manajemen dapat dilakukan dengan efektif dengan banyak cara, dan hampir dimana-mana. Sementara, kepemimpinan akan lebih efektif melalui audiensi/mentoring: belajar dari yang lebih berpengalaman.

Porsi yang seimbang dan kombinasi keduanya benar-benar bekal yang sangat baik untuk kita pergunakan dalam kehidupan sehari-hari atau dalam kita yang kita sukai: 'SUKSES!'. Dalam artikel kali ini, saya tidak menguraikan cara kita mengasah kedua kemampuan tersebut. Mudah-mudahan di lain waktu saya bisa berbagi lagi, setidaknya sesuai dengan yang saya lakukan.



0 comment(s):

Post a Comment