December 21, 2012

Suasana natal tahun ini begitu berbeda. Sunyi. hehe. Tidak banyak aura ataupun percakapan yang heboh di antara teman-teman di sekitar tentang natal. Namun, saya tetap bersyukur karena ada tetangga yang 'senasib' dan sejalan. Masih ada teman untuk merayakan natal di rumah. Seperti yang kami lakukan malam ini, pesta natal pertama di kota ini. Dimulai dari makan malam, kemudian games, penampilan dari masing-masing orang, kemudian diakhiri dengan buka-buka kado. Acaranya sederhana karena hanya melibatkan 3 kamar apartemen (6 orang), 3 orang dari kamar-gedung sebelah, 3 orang yang punya rumah dan saya sendiri. hehe. Dibalik kesederhanaan ini, satu yang paling patut disyukuri adalah bahwa masih ada orang yang bisa bersama saya menyambut cerianya suasana natal itu.

Satu minggu sebelumnya, masing-masing dari kami (berlima) menuliskan 25 keinginan di secarik kertas. Setiap orang kemudian akan mengambil 3 dari masing-masing peserta yang lain. Dengan ini setiap orang akan punya 12 potongan kertas yang berisi keinginan dari 4 orang peserta lain. Setiap orang akan membelikan kado berdasarkan kertas yang kami pegang. Dengan budget total perorang minimum THB 500, setiap peserta akan membeli kado untuk peserta lain. Pilihannya tergantung pada si pemberi kado. Ia dapat membelikan ketiga keinginan untuk satu orang atau cukup satu saja. Selama totalnya di atas THB 500, sudah cukup. Jadi total, minimum THB 2000 yang harus dibelikan kado untuk keempat orang yang lain.

Dari 12 potongan kertas yang saya pegang, saya membelikan 6 barang (3 untuk orang pertama, dan masing-masing 1 untuk yang lain).

exchange christmas gifts
Kertas yang saya dapatkan untuk orang pertama berisi: tas, dompet dan uang. Cukup mudah didapatkan tetapi karena saya orang yang paling lemah dan hampir tidak suka berbelanja, cukup lama juga waktu yang saya habiskan untuk akhirnya berhasil membelinya. Orang pertama mirip Dora, jadi saya beli tas buat Dora The Explorer pergi bertualang. Lalu Dora perlu tempat menyimpan uangnya ketika bertualang, jadi saya belikan dompet. Plus, ada uang di dalamnya. Uang 5000 rupiah. hahaha. Mau dipakai di Thailand juga tidak bisa, dipakai di Indonesia juga bisa makan nasi tahu tempe semata. haha.

Di 3 potongan kertas orang kedua ada: Senyuman, Pergi ke Chiang Mai dan Poker chips. Yang ini lumayan sulit. Senyuman itu mudah dan gratis pula, tetapi pergi ke Chiang Mai itu mahal dan poker chips itu ternyata susah mencarinya. Jadi saya putuskan membawa Chiang Mai ke dia. Saya dengar banyak peternakan gajah di Chiang Mai. Oleh karena itu saya beli kerajinan tangan yang berisi portrait peternakan gajah di Chiang Mai. Untuk menambah nuansanya, kerajinan tangan ini berupa jam. Esensi yang mau disampaikan adalah agar dari waktu ke waktu, orang ini bisa ingat kalau dia pernah dibawakan ChiangMai. Sedikit memaksa sih maknanya. hehe. 

Orang ketiga meminta: kado natal yang berkesan dan tali pinggang kulit. Awalnya saya mau membelikan tali pinggang kulit tetapi saya memutuskan mencari yang berkesan saja. Namun, pada akhirnya saya bingung kado yang berkesan itu seperti apa. hehe. Jadi, saya putuskan berpikir dari luar kotak. Apa yang tidak biasa diberikan orang sebagai kado? Saya ingat orang ini sedang menurunkan berat badan tetapi waktunya tidak banyak dipakai untuk olahraga. Kebanyakan dipakai untuk belajar. Jadi saya belikan sandbag untuk dipakai di pergelangan dan di ankle. Jadi kemanapun dia berjalan dan bergerak, dia bisa sekalian olahraga. Setidaknya, berkeringat sedikit. hehe. Untuk hadiah yang ini saya tidak terlalu yakin dengan kesannya tetapi namanya juga hadiah semoga diterima dengan senang hati. haha.

Orang terakhir adalah teman sekelas saya dan isi kertas yang saya dapatkan adalah: berbagai macam merk kondom, tapir hidup, dan bantal super besar. Dari gambar sebelumnya, sudah jelas mana yang saya belikan untuk dia. Saya kurang tahu membeli berbagai merk kondom itu dimana selain di minimarket, lagipula kebanyakan kondom juga untuk apa. haha. Sedangkan, tapir hidup itu saya sendiri belum pernah liat. Apa bisa dijadikan peliharaan ya? Jadi, pada akhirnya saya mencari bantal super besar. Sedikit susah dan agak meragukan juga untuk membawanya. Bantal yang super besar ini akhirnya saya dapat di toko yang tidak biasa. Dia mungkin tidak bisa baca ini karena dalam bahasa Indonesia. haha. Saya membelinya di toko aksesoris anjing peliharaan. Jadi, itu sebenarnya tempat tidur anjing tetapi karena ukurannya yang begitu besar dan terlihat seperti bantal, penjualnya bilang orang juga bisa tidur di situ. hahaha. Tidak apa-apalah.

Untuk saya, dari 25 keinginan saya, ada 6 barang yang diberikan. Sebagai perbandingan, teman-teman yang lain rata-rata meminta hal yang aneh-aneh sementara saya hampir semua yang saya minta adalah peralatan sehari-hari. haha. Tidak tahu entah karena polos atau apa, ketika diminta 'Tulis keinginan kamu', yang saya tulis adalah yang benar-benar saya inginkan pada beberapa waktu ini. Dan inilah yang saya dapatkan.

christmas gifts
Dari orang pertama, saya mendapatkan sprei. Sedikit lucu, karena pada waktu saya menulis 'bedsheet' di kertas itu, saya sedang mengingat bahwa saya tidak punya sprei untuk dipakai jika saya mencuci sprei yang sekarang ini. haha. Jadi, sekarang saya punya sprei untuk dipakai kalau sprei utamanya sedang dikeringkan. Nice!

Dari orang kedua, saya mendapatkan sebuah bantal leher dan novel fiksi. Saya ingat saya menuliskan keduanya karena memang sedang menginginkan. Saya butuh bantal leher karena ini sangat berguna ketika leher mulai lelah terutama saat membaca. Selain itu, saya menuliskan buku non fiksi karena sedang belajar membaca dan menulis. Maklum masih anak taman kanak-kanak, belum lancar baca tulis. hehe. Kombinasinya pas.

Dari orang ketiga, saya mendapatkan jaket. Saya ingat saya menuliskan hoodie jacket di salah satu kertas waktu itu. Sebenarnya alasan menuliskannya cuma sekedar karena saya lupa membawa kembali jaket ketika pulang ke Medan beberapa waktu lalu. Jadi, sekarang saya punya ganti partner-nya! Nice.

Dari orang keempat, saya mendapatkan senter dan bantal guling. Mengapa senter? Karena saya tidak punya senter. As simple as that. haha. Waktu itu saya lihat sekeliling, 'apa yang saya tidak punya?'. SENTER. Oke, baiklah. Ternyata benar-benar dapat. haha. Selain itu, ada bantal guling. Sampai saat ini saya tidur dengan posisi terlentang sempurna karena menurut studi sih membantu relaksasi punggung atau tulang atau apalah. Namun, ternyata kebiasaan dari kecil dengan bantal guling sulit untuk dihilangkan. Jadi rindu. hehe.

Jika disimpulkan, maka keenam barang ini dapat dikombinasikan dengan sempurna. Saya bisa tidur beralaskan sprei baru ini dengan berbantalkan bantal leher itu, ditemani bantal guling, memakai jaket karena dinginnya AC, dan sambil membaca novelnya. Jika lampu padam, ada senter untuk menerangi. haha. Sangat komplit!

Thank you neighbors !!
Merry Christmas.

0 comment(s):

Post a Comment