October 5, 2012

Japanese Kids
(taken by: Jem Jayme)
Baru-baru ini saya mendapatkan kesempatan yang berharga. Suatu karunia dari Tuhan. Saya boleh berada di Jepang selama kurang lebih 12 hari, tepatnya di Hokkaido Prefecture, pulau besar di bagian utara negri matahari terbit.  Dengan bermodalkan koper dan komputer, saya bersama beberapa mahasiswa Thai lainnya berangkat ke kota Sapporo. Dalam kesempatan ini saya sedikit banyak belajar mengenai tata kelola/mitigasi bencana dan dalam kaitannya dengan bidang transportasi. 

Dalam waktu yang singkat kemarin, saya tidak ingin sekedar belajar dalam seminar-seminar yang disediakan.  Wajar saja, tidak setiap bulan saya bisa pergi ke Jepang atau bahkan dalam jangka waktu bertahun-tahun. hehe. Saya berusaha melihat hal yang berbeda dari orang sana dengan orang Indonesia. Budaya dan gaya hidup adalah hal yang menarik yang mudah saya perhatikan pada waktu itu. Namun, satu hal lain yang lebih menarik bagi saya adalah anak-anak kecil yang ada di sana. Yang saya maksud mungkin adalah adik-adik balita. hehe.

Tidak jarang saya menjumpai anak-anak kecil di jalan, mall, stasiun, terutama tempat wisata dan tempat makan. Anak-anak itu lucu-lucu dan imut-imut. Jika saya boleh mengutip bahasa asiknya sekarang adalah cute. Namun, saya lebih suka dengan kata adorable. Di sana, saya sering terlepas dari rombongan saya. haha. Bukan karena apa-apa, semata-mata karena saya tidak tertarik dengan yang mereka lihat. Saya mencari yang lebih menarik untuk mata dan kamera saya. Sedikit bandal sih tetapi lagi-lagi ini semata-mata karena pertimbangan saya yang tidak sering-sering juga bisa ke Jepang. :d Sering dalam keterlepasan itu, saya berpapasan dan memandangi anak-anak ini. Sesekali tersenyum dan mencoba bermain. Seperti umumnya anak-anak, yang mereka lakukan hanya memandang balik dan melongo seakan mau bilang "hoalaaah.. ini orang kok aneh ya?" hehe.

Saya memiliki kesan yang sangat istimewa pada waktu itu dengan anak-anak kecil Jepang. Satu waktu saya berpapasan dengan gadis kecil, mungkin di bawah 3-4 tahun karena belum bisa berbicara. Oleh karena dia imut, saya melambaikan tangan dan bilang "haii.." Tidak sesuai ekspektasi, ternyata dia malah membalas lambaian saya. Waktu itu saya cuma kaget dan senyum-senyum sendiri sampai saya memberi tahu teman saya yang tidak jauh pada waktu itu. haha. Saya senang sekali karena anak ini ramah. hehe. Yang membuat kesan ini istimewa adalah bahwa kejadian ini tidak hanya terjadi sekali. Saya mencobanya 2 kali lagi dengan anak yang berbeda dan ternyata di kedua kesempatan itu, keduanya juga membalas lambaian saya. Yah, tidak dengan balasan "haloo" juga. hehe.. Salah satu mahasiswa Jepang saat itu bahkan bilang bahwa dia iri dengan saya. Mengapa? Karena dia sendiri belum pernah didada (dilambai) begitu. haha.

Sejak saat itu, saya selalu berkata kepada partner saya di sana. "I Like Japanese Kids."
dan partner saya bilang "Would you like to have a Japanese Kids?" dengan mimik evil smirk hahaha...

Yah, balasan lambaian mereka memoles keceriaan saya di waktu itu.
Sampai ketemu adik-adik kecil. Kalau sudah bisa buka internet, semoga tulisan ini masih ada untuk kalian baca. :d

0 comment(s):

Post a Comment