July 30, 2012

Harinya tiba untuk menguji stamina saya di lintasan sejauh 5km. Sebenarnya saya sudah memperkirakan seberapa lama saya akan bertahan karena jarak terjauh yang saya pernah capai dengan berlari tanpa henti adalah 8x400m dan itu dalam kondisi cukup tidur. Nah, untuk KOTR ini saya malah hanya tidur 2 jam. Astaga. haha. Malam minggunya saya berkutat dengan tugas dan mencoba tidur dari pukul 12 hingga akhirnya tertidur di pukul 1 pagi. Bangun pukul 3 pagi dan siap-siap berangkat ke Lumphini Park. Saya berharap dalam hati, semoga saya tidak pingsan atau tumbang di tengah jalan. Bahaya kalau itu terjadi.

Perkiraan saya, sesampainya di Lumphini tidak akan ada waktu pemanasan. Oleh karena itu, sembari menunggu teman-teman saya di lantai atas bersiap-siap, saya sedikit pemanasan dan peregangan di dalam kamar. Kata si Ariandi dulu sih, badan manusia itu mirip mesin juga, perlu dipanaskan sebelum dipakai agar tidak cepat rusak. Saya lari-lari di tempat, push up, sit up, dan peregangan sana sini sedikit demi sedikit. Setelah teman saya selesai, barulah saya keluar dan kami berangkat.

Tidak ada angkutan umum di subuh begini. Kami berjalan kaki sejauh 4km untuk mencapai taman itu. Ini termasuk pemanasan betis juga. haha. Butuh waktu sekitar 45 menit bagi kami hingga kami mencapai taman dan ternyata bagian lari 5km belum dimulai. Kami bersiap sebentar dan kemudian mengambil barisan. Sudah seperti demonstrasi. Banyak orang berdempetan di garis start. Dari kawula muda hingga opung-opung bersandingan di barisan. Kocak lah tapi seru.

START!
Orang-orang mulai berlari. Ada yang sekedar jogging dan ada yang perlahan mulai sprint. Untuk yang sprint, saya kurang tahu apakah mereka percaya diri dengan staminanya atau memang kurang bisa membayangkan jarak 5km itu sejauh mana. Saya sendiri cukup berlari seadanya dengan konstan sampai saya merasa badan mulai panas dan siap dikebut. Toh, ini bukan kompetisi. Jangan sampai badan saya rusak gara-gara ini.

Sesuai dugaan saya, 1-2km pertama satu persatu peserta berhenti atau melambat. Mungkin sebagian ini adalah orang yang tadi sprint. haha. Saya terus berlari konstan mengejar harapan dan cinta. *loh* Kalau cinta, jauhnya ribuan kilometer, berat kalau lari. *eaa* (#umpan pancing). Setelah beberapa waktu, saya memasuki check point yang artinya saya sudah menyelesaikan 2.5km. Sejauh itu, saya belum merasakan sakit apa-apa. Beberapa waktu setelahnya, baru saya merasakan sakit di ulu hati. Yang berat bagi saya selalu di situ. Kaki tidak pernah sakit duluan jika dibawa lari. Selalu ulu hati duluan. Sudah coba dipaksa beberapa ratus meter, dengan harapan sakitnya hilang tanpa sebab. Ternyata semakin parah dan saya hampir muntah. Tidak ada pilihan lain, saya mengurangi kecepatan dan berjalan santai di pinggir jalan.

Setelah mengambil nafas dan istirahat selama sekitar 1/2 menit, saya 'meyakinkan' tubuh saya bahwa saya bisa. Kembali berlari dan berusaha melepaskan apa yang ada di pikiran. Kalau istilah kerennya, kosongkan pikiran dan lepaskan semua beban. :p Yap, mungkin otak ini butuh ditanam sesuatu yang menjadi sugesti bahwa kita mampu. Saya terus berlari dan sedikit meningkatkan kecepatan ketika saya mengetahui garis finish sudah mendekat. Ketika petunjuk bertuliskan 800m ada di depan mata, saya semakin mempercepat lari seperti orang yang kebelet pipis dan nyari toilet. haha.

Whuuzz... Garis Finish sudah di depan mata dan saya mengurangi kecepatan karena sudah lelah. Sembari memasuki garis Finish, saya melihat timer di atas papan. Wah, saya menyelesaikan 5km dalam waktu 32 menit. Cukup lama juga ya. Denyut nadi saya 15/5detik. Gimana tingkat kebugarannya? Ada yang bisa memberi tahu?

finisher 5 km Thailand 2012
Saya sebenarnya kaget karena saya bisa menyelesaikannya. Beberapa hari sebelumnya, saya mencoba lari di lintasan stadion dan hanya bisa berlari 4x400 dan itupun sudah ngos-ngosan tak kuat lagi. Pencapaian kita memang dipengaruhi oleh keyakinan dan motivasi diri kita. Semakin kita yakin dan semakin kita punya motivasi baik, biasanya hasil yang akan kita raih akan lebih baik dari ekspektasi sebelumnya. Hmm...

Pengalaman pertama ikutan event 
.:Adidas King of The Road:.
Ternyata untuk sejumlah pelari yang finish terlebih dahulu, diberikan medali tanda bukti telah menyelesaikan lintasannya. Wah, terima kasih Adidas! 
Sampai bertemu 2013! Semoga tahun depan bisa mencoba 10km. :D


sebelumnya: Part 1  Part 2

0 comment(s):

Post a Comment