August 5, 2012

Sore-sore setelah menyelesaikan urusan di kampus, saya dan teman saya berjalan ke MBK. Maklum, ini mall terdekat dengan kampus dan kebetulan banyak menjual keperluan sehari-hari. Teman saya ingin membeli bantal untuk dipakai di Lab. Bantal? Di Lab? Membingungkan memang tetapi tujuannya membeli bantal memang karena ingin tidur di Lab. Sebentar saya beri tahu.

Setiap harinya, jika tidak ada kelas ataupun kegiatan lain, maka kami berdua akan bermukim di Lab. Namanya keren, Transport Research Laboratory (TRL). Namun, kebanyakan mahasiswa di dalam tidak hanya mengerjakan tesis tetapi lebih ke tugas-tugas mingguannya. Tempatnya nyaman: tempat duduk empuk, Full AC, fasilitas print/scan/copy (berbayar), jilid manual dan koneksi internet. Setiap kami bermukim, saya tentu saja seperti biasa yah tahulah ya. Keluarin laptop, selanjutnya sibuk sendiri. hehe. :p Sementara itu, teman saya akan segera menuju mejanya dan merapihkan posisinya untuk kemudian tidur. haha. Sulit dipercaya, tetapi setiap kali bermukim di Lab. ini pasti dia tidur entah cuma sebentar. Dia sering merasa lehernya tidak nyaman setelah terbangun. Oleh karena itu, dia ingin punya bantal leher yang bisa membuatnya nyaman tidur di Lab. haha.

Oke, bukan itu inti tulisan ini. :D
4 iPad, 4 people, no conversation

Sewaktu kami jalan-jalan, kami singgah di DD (tempat makan donat favorit). Duduk sebentar dan mengobrol. Teman saya tiba-tiba memberikan sinyal untuk melihat ke belakang saya. Saya penasaran, saya lihat dan tidak ada apa-apa. Dia memperjelas bahwa seluruh anggota keluarga yang di belakang saya sedang sibuk dengan iPad masing-masing. Ada empat orang yang ada di meja tersebut dan semuanya memiliki iPad atau komputer tablet atau apapun itu namanya. Waw, mereka cuma duduk dan  sibuk dengan tablet mereka masing-masing. Benar yang dikatakan teman saya. Sebegitu asiknya dengan tabletnya, sampai-sampai teman saya bisa mengabadikan mereka dengan leluasa. haha.


Dulu dan sampai sekarang, saya tidak suka dengan BB. Saya sering melihat teman-teman saya asyik sendiri dengan BB-nya padahal sedang dalam acara kumpul-kumpul ataupun ngobrol dengan orang lain. Matanya lebih sering melototin BB daripada melihat muka lawan bicaranya. Sebegitu nyamannya fungsi BB itu sampai-sampai mata tidak bisa lepas begitu. Hal itu membuat saya tidak suka dengan BB karena layanannya yang terlalu memudahkan. Ternyata oh ternyata, semua gadget sekarang mengikuti tren ini. Hampir setiap gadget punya paket akses jejaring sosial dan internet seperti yang BB tawarkan hanya saja sedikit berbeda.

Kejadian hari ini membuat saya sedikit mengurangi rasa tidak senang saya dengan BB. hahaa.. Entah apa yang mereka lakukan dengan iPad-nya. Jejaring sosial, chat ataupun main games, adalah contoh umum yang sering dilakukan orang dengan gadget. Segala kemudahan ini tentunya efek kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi itu seperti pedang bermata dua. Kita harus lebih cerdas dan bijak menanggapinya karena memang perkembangan teknologi bisa 'membunuh' jika tidak ditanggapi dengan bijak. 

What's the point of going out together if you put your eyes on your gadget all that time?
Bukankah jalan-jalan bersama itu tujuannya membangun hubungan kita.
Namun, bukan lantas kita tidak perlu bertemu muka lagi. Semuanya punya porsinya lah. Tak eloklah waktu tatap muka seperti ini kita sia-siakan dengan aktifitas bersama gadget kita.

Saya dan teman saya cuma bingung dan tersenyum melihat fenomena ini. Tak tahu mau bagaimana. Semoga saya tidak terjebak sebagai objek dalam situasi seperti itu apalagi menjadi subjeknya.

Hal ini sering mengganggu saya. Bagaimana dengan kamu?

0 comment(s):

Post a Comment