May 14, 2012

Berbicara mengenai pengendalian diri, hal apa sih yang paling sulit menurut kamu dikendalikan dari dalam diri? Banyak hal yang akan keluar dalam benak kita tetapi sangat tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian besar manusia bermasalah dengan namanya hawa nafsu terutama nafsu birahi. (saya tak tahu apa istilah lebih halusnya. hehe) Ya, banyak dari kita terutama kaum pria bermasalah dengan ini. Yang disebut dengan pornografi, tidak lagi menjadi hal yang tabu di masyarakat. Banyak orang terjerumus di dalamnya. Dimulai dari keingintahuan sampai kepada kecanduan.

Bagaimana dengan kita yang sudah dibina dalam kekristenan? Kita tahu bahwa Roh Kudus ada dalam kita. Masihkah kita bisa jatuh di dalam dosa seperti di atas? Kabar buruknya, ya kita masih mungkin jatuh di dosa seperti ini tetapi kabar baiknya, kita punya 'senjata' luar biasa untuk tetap bertahan hidup kudus dan menghindari dosa ini. Roh kudus yang ada dalam diri kita adalah perwujudan kasih Tuhan pada kita untuk kita bisa hidup kudus. Roh kudus akan menuntun kita hidup kudus ketika kita setiap harinya setia dan bergantung padaNya. Untuk paragraf ke-2 ini, saya tidak membahas lebih lanjut tetapi saya menyarankan kita membaca buku Jerry Bridges yakni, The Discipline of Grace dan The Pursuit of Holiness. Dua buku tersebut bisa membantu kita memahami apa yang Tuhan tuliskan dalam Alkitab tentang hidup kudus.

Sesuai dengan judulnya, saya tidak ingin membahas 2 paragraf di atas lebih lanjut tetapi saya ingin membagikan apa yang saya dapat belakangan dan baru-baru ini. Tahun lalu, saya mengikuti sebuah camp yang dinamakan Camp Love, Sex and Dating. Sebuah camp yang tentu kita sudah bisa tebak isinya apa dari judulnya. hehe. Salah satu sesinya berjudul 'Lari dan Tugu Peringatan'. Maksudnya apa ya? Meskipun sesi ini tidak jadi diselenggarakan karena sesuatu hal, sesi sebelumnya telah memberikan pengantar tentang apa yang akan dibagikan selanjutnya. Sederhana, 'Lari' secara harafiah berarti lari. 'Tugu peringatan' secara harafiah memang sebuah tugu yang menjadi pengingat.

ilustrasi yusuf lari dari istri potifar
Sesi ini berbicara tentang bagaimana kita bisa tetap kudus di tengah segala godaan yang mungkin secara tiba-tiba menghampiri kita. Kadang kita berpikir bahwa kita kuat dan bisa menolak godaan apapun. Heuh, kita tidak sadar bahwa kita sedang jatuh dalam jebakan dengan berpikir seperti itu. Salah satu teladan dalam hal ini adalah Yusuf dalam kitab Kejadian. Apa yang Yusuf lakukan ketika istri Potifar menggodanya? Yap, dia lari dari rumah itu (Kej. 39:15). Secara literal, inilah yang dimaksudkan dengan 'Lari'. Ketika godaan dan kesempatan itu datang, kita segera lari. Tidak memberi kesempatan lebih lanjut adalah langkah cerdas. Ketika kita sedang sendiri di kamar kosan, dengan koneksi internet dan pikiran sedang kacau, kita tahu bahwa bisa saja kita memakai kesempatan ini untuk melakukan browsing pornografi tetapi Yusuf memberi kita teladan untuk 'Lari'. Dalam hal itu, kita harus segera sadar dan mencari kegiatan lain atau mencari teman. Ada banyak kasus dan kejadian, tidak memberi kompromi untuk kesempatan lebih lanjut bagi godaan dan dosa adalah langkah penting.

Satu contoh lagi yang nyata adalah orang yang diceritakan Ravi Zacharias dalam bukunya "I, Isaac take Thee Rebekah". Salah satu bagian dalam bukunya berisi tentang Billy Graham. Suatu ketika Billy Graham sedang dalam kampanye temannya dan dalam perjalanan pulang rapat, dia mendapat tawaran yang menggiurkan tetapi bertentangan dengan komitmennya. Ia sangat gusar dan pada akhirnya memutuskan untuk mengunci pintu kamarnya dan segera membuang kuncinya lewat jendela. Dengan demikian, dia tidak dapat membuka pintunya sama sekali. Billy Graham mengatakan bahwa itu adalah dia harus melakukan hal bahkan sedrastis itu untuk menjaga komitmennya pada Tuhan. Wow, Billy Graham 'Lari' dan tidak memberikan kompromi. Mungkin ia berpikir bahwa jika ia tetap menyimpan kuncinya, maka mungkin ia bisa tiba-tiba berubah pikiran dan membuka pintu itu kemudian menerima apa yang ditawarkan padanya. Seorang Billy Graham. Hmmm.

Apa itu 'Tugu Peringatan'? Pada dasarnya, tidak selalu sebuah tugu. hehe. Sesuatu yang menjadi bahan peringatan bagi kita ketika godaan itu datang. Sesuatu barang yang mengingatkan kita pada komitmen kita untuk hidup kudus. 'Tugu' ini adalah alat bantu kita, seperti alarm. hehe. Harapannya adalah ketika godaan itu datang dan kita melihat 'Tugu' tersebut, kita segera ingat lagi pada komitmen kita dan segera 'Lari'. Di camp yang saya ceritakan tadi, kami diberikan cincin silver sebagai tugu peringatan kami akan apa yang telah kami terima di camp ini.

Saudaraku, apa yang saya bagikan adalah sebuah praktek dan usaha. Pada dasarnya, tetap kembali pada persekutuan pribadi kita dengan Tuhan. Tetap menjaga persekutuan itu. Semakin intim dan semakin mengenalNya. Tuhan selalu ada dan tidak jauh. Lewat doa, pendalaman Alkitab, persekutuan dan lain sebagainya. 
Tuhan memberkati kita semua. :)

0 comment(s):

Post a Comment