May 9, 2012

andrea bocelli
Andrea Bocelli
Menyanyi adalah salah satu kesenangan saya. Biasanya jika hati tak tenang, pikiran carut marut, ataupun sedang senang, saya menyanyi atau sekedar humming saja. Meskipun suara saya tidak begitu bagus, saya tetap merasa menyanyi bisa membuat pikiran saya rileks dan tidak jarang membantu saya  untuk tidur. Dulu saya hanya senang dengan musik-musik pop dan menyanyikannya di kamar mandi. Namun, semenjak tahun pertama saya di perkuliahan, saya mulai menyukai musik klasik opera dan mulai menyanyikannya. Yang satu ini ternyata jauh lebih sulit. haha.

Beberapa minggu di belakang, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti sebuah vocal training di gereja. Ya, kebetulan ada kesempatan untuk vocal training yang diberikan oleh komisi paduan suara untuk pelayan paduan suara di gereja ini. Awalnya saya merasa tidak perlu, tetapi saya pikir-pikir 'kenapa tidak'. Ini pastinya akan menjadi kesempatan berharga untuk belajar, ditambah lagi biayanya yang boleh dikatakan tidak semahal jika harus training di luar. Keputusan yang saya ambil ternyata sama sekali tidak salah. Pengalaman yang saya dapatkan begitu berharga. Selain gurunya yang begitu sabar dan cerdas, pelajarannya setidaknya mudah dimengerti dan membantu saya menyanyi sedikit lebih benar dari sebelumnya. haha. Hari ini adalah pertemuan terakhir saya di kelas vocal training ini. Sebenarnya saya masih ingin belajar lebih banyak lagi, tetapi apa boleh buat waktunya juga sudah tidak memungkinkan lagi. Selanjutnya, belajar di paduan suara lagi saja.

open chamber singing steps
Satu hal yang saya sadari dari menyanyi adalah begitu istimewanya tubuh ini didesain untuk bisa menghasilkan suara yang begitu merdu. Menyanyi bukanlah suatu hal yang mudah tetapi juga tidak susah, melainkan butuh latihan yang konstan. Suara yang merdu seperti layaknya yang diperdengarkan penyanyi-penyanyi opera dari dulu sampai sekarang adalah suatu proses produksi suara yang begitu luar biasa. Koordinasi diafragma, tulang dada, hingga langit-langit rongga mulut menjadi kontrol dalam bernyanyi. Aliran udara berpelukan dengan bunyi pita suara mampu menghasilkan resonansi. Buka tutupnya ruang-ruang dalam mulut yang mengontrol cerahnya suara yang dihasilkan. Bahkan otot paha sekalipun dapat membantu menghasilkan suara yang indah. Semakin berulang kali saya dengar, semakin pusing saya. hahaha. Namun, banyak sekali hal-hal menarik yang memang harus dilatih terus menerus untuk bisa menguasainya. Koordinasi anggota tubuh yang super sekali lah yang mampu membantu produksi ini.

Tuhan merancang tubuh begitu luar biasa. Setiap bagian punya fungsi dan berguna untuk tubuh seutuhnya ini. Dalam firmanNya, Tuhan berkata bahwa kita satu tubuh dalam Dia (Roma 12:5). Sebagian mungkin pita suaranya dalam tubuh Kristus, sebagian diafragma, tulang dada, bagian dalam ruang mulut dan lain sebagainya. Suara yang merdu dari tubuh Kristus hanya bisa diproduksi jika masing-masing kita mengerjakan bagian kita dan berkoordinasi dengan baik bukan. Masing-masing anak Tuhan menyadari bagiannya dan mengerjakannya dengan baik. Mungkin ini salah satu maksud rasul Paulus menasihati kita, anak Tuhan, tentang kesehatian. Apakah kita sehati dalam Dia untuk menghasilkan suara yang merdu dari tubuh Kristus ini? atau apakah kita mengandalkan ego kita dan meninggalkan koordinasi yang seharusnya bisa kita lakukan untuk menghasilkan suara yang merdu itu.

Adalah suatu suara yang merdu apabila ketika jemaat Tuhan bersekutu, mereka memancarkan kasih dan kebaikan ke sekitarnya.
Tuhan memberkati. :)


0 comment(s):

Post a Comment