May 30, 2012

technology and culture
culture and technology (CU, May 30th)
Pembukaan study trip untuk mahasiswa engineering Internasional adalah hari ini. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah museum sejarah Chulalongkorn University. Menarik, kampus ini menyediakan tempat (bahkan gedung) tersendiri untuk catatan dan demo sejarah kampusnya. Kampus ini adalah kampus tertua di Thailand. Jadi, sangat banyak nilai historisnya.

Salah satu ruangan yang ada di gedung ini adalah pameran penelitian yang pernah dilakukan oleh mahasiswa di universitas ini. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah apa yang ditunjukkan gambar di kanan ini. "A computer cannot replace the masters or artists, but can be used as an effective tool in work." Yap, benar saya setuju sekali. Seorang pengrajin dan seniman tidak akan tergantikan oleh teknologi dan mesin. Mesin dan alat hanyalah rekayasa sedangkan seniman adalah sesuatu yang konkrit dan tanpa rekayasa.

Salah satu penelitian yang telah selesai dilakukan adalah pengembangan perangkat lunak untuk membantu para seniman pakaian tradisional Thailand. Perangkat lunak ini berbasis 3D dan dapat disimulasikan. Jadi, desainer dapat merancang sedemikian rupa di atas komputer kemudian melakukan simulasi pada pakaian dan model yang bergerak dalam tampilan 3D. Benar sekali jika perangkat lunak seperti ini akan sangat memudahkan seniman dalam berkarya dan menghasilkan karya yang baik. Tagline yang ada di gambar sangat jelas merepresentasikan apa yang ada di zaman sekarang.

Mengingkari teknologi hanya karena takut tersisihkan oleh teknologi itu sendiri seperti bukan pola pikir yang tepat. Bagaimana kita memanfaatkan teknologi, itulah yang seharusnya dapat menginspirasi kita. :)

0 comment(s):

Post a Comment