April 14, 2012

selamat wisuda stevi sahabat
saya (kemeja hijau) bersama salah satu
teman yang diwisuda April 2012
Hari ini merupakan hari yang sungguh bersejarah bagi beberapa teman saya di ITB karena pada hari ini, mereka telah resmi diwisuda menjadi sarjana lulusan Institut Teknologi Bandung. Kerja keras 4 tahun atau lebih telah mereka lalui dan hari ini adalah salah satu puncak hasil manisnya. :) Saya tentu saja turut berbahagia bagi mereka. Kiranya Tuhan menyertai setiap rencana mereka ke depannya.


Di hari yang berbahagia ini, ternyata ada satu perasaan kecil dalam hati saya yang mungkin tak sengaja atau sengaja terucap.
"Jadi pengen diwisuda lagi nih, tapi dengan toga yang berbeda."

Yup, itulah yang saya utarakan sebanyak 2 kali kepada teman yang menemani saya di sabuga sore tadi. Maksud saya sebenarnya sederhana, yakni bahwa saya sebenarnya punya keinginan untuk sekolah lagi untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi yaitu pendidikan strata 2 (gelar master). Hal itu sebenarnya bukan hal yang aneh atau tidak biasa di masa sekarang. Banyak sekali teman saya yang ternyata setelah lulus S1, sudah memiliki rencana yang sama.

Kata 'dengan toga yang berbeda' menambahkan harapan saya yang lainnya. Toga yang berbeda bukan berarti benda yang berbeda semata melainkan toga berbeda dari universitas yang berbeda. Mungkin sudah bisa ditebak. Ya, memang saya punya harapan bisa sekolah lagi tetapi di universitas yang berada di luar negri. Harapan yang umum sih sebenarnya. Alasan saya cukup sederhana sebenarnya, yaitu ingin merasakan sistem dan metoda pendidikan yang berbeda (*baru) yang bisa memberikan saya pengalaman yang berharga dalam pendidikan maupun budaya.

Harapan ini seutuhnya didukung oleh orang tua dan teman-teman. Namun, celakanya justru diri saya sendiri yang terkadang 'meremehkan' kemampuan pribadi. Low self-esteem menjadi masalah yang pasang surut dalam diri saya. Hal ini salah dan tidak alkitabiah. *aseek* Saya sadar bahwa bagian saya adalah mengerjakan yang terbaik yang saya bisa. Kemudian saya ingat lagi akan tulisan ini. Rendah diri hanya membuat kita kalah sebelum berperang. Mari tetap kerjakan bagian kita dan senantiasa berdoa.

0 comment(s):

Post a Comment