April 28, 2012

menyerahkan setiap hal dalam doa
menyerahkan setiap hal dalam doa
Sebagai manusia, tentunya kita pernah mengalami saat-saat dimana hati gundah gulana, pikiran kacau ataupun mood tidak baik. Sebagaimana juga hidup, selalu ada naik dan turunnya. Ada saat-saat dimana kita merasa kacau dan kehilangan arah. Kawula muda zaman sekarang menyebutnya dengan kata GALAU. Terlepas dari sisi negatif dan positifnya, hal itu normal dan kita terima dari Tuhan sebagai turunan dari akal, pikiran dan perasaan. Namun, firman Tuhan tidak menyarankan kita untuk melakukan segala sesuatu yang tidak membangun, bukan?

Salah satu kebiasaan saya adalah 'melamun' di malam hari. Saya biasanya membaringkan tubuh saya di kasur dan kemudian memainkan pikiran saya sejenak. Bukan melamun yang jorok ataupun imajinasi liar. hehe. Saya lupa ini dimulai kapan, tetapi saya cenderung melakukan refleksi akan berbagai hal ketika malam datang. Sejauh ini saya tidak bisa memutuskan apakah ini adalah kebiasaan baik atau malah kebiasaan buruk. Terkadang, saya berakhir dengan pikiran yang tenang dan tidur nyenyak tetapi tidak jarang juga saya berakhir dengan pikiran yang gelisah hingga saya baru bisa tidur ketika subuh datang.

Kebiasaan semacam ini memang dekat bahkan cenderung berbeda tipis dengan apa yang kita sebut dengan kegalauan. Saya sendiri beranggapan bahwa tidak ada yang salah ketika mengalami kegalauan. Justru apa yang kita lakukan akibat kegalauan itulah yang menjadi masalah. Kebanyakan orang terutama anak muda cenderung menyikapi kegalauan dengan melamun di kamar, berbicara yang sendu-sendu, status jejaring sosial yang 'minta dikomentari', mimik wajah yang lesu, ataupun geliat tubuh yang tidak semangat. Kegiatan-kegiatan tersebut, percaya atau tidak seakan menunjukkan kita menikmati kegalauan.

Saya sendiri pernah mengalami dan jatuh ke tempat yang sama, menikmati kegalauan. Gundah gulana. Satu hal yang saya pelajari adalah bahwa hal tersebut tidak mengobati beban hati atau mengatasi masalah. Tuhan Yesus sendiri pernah mengalami kondisi yang gundah gulana ini dan sejauh pengetahuan saya, adalah satu-satu kalinya selama kedatanganNya di bumi. Namun, apa yang dilakukan Tuhan Yesus? 

Tuhan Yesus berdoa, waktu itu di Taman Getsemani, malam penangkapanNya. Yesus tidak melamun di kasurnya, lemah lesu, mengumbar-umbar kegundahannya ke murid-murid dll tetapi Ia berdoa. Kita harus meneladani ini. Yesus mengajarkan kita satu hal tentang menghadapi masalah dan keadaan hati/pikiran. Ketika kita gundah/galau, jangan biarkan kita terbawa pada kondisi yang menikmati kegalauan itu sendiri. Namun, jadikanlah kondisi itu sebagai satu momen untuk kita semakin mendekatkan diri pada Tuhan.

Malam ini saya melakukan kegiatan saya seperti biasa yang saya tuliskan di awal. Banyak bahan pikiran yang membuat malam saya begitu rumit malam ini. Saya bersyukur karena malam ini saya diingatkan lagi akan pentingnya menyerahkan diri kepada Tuhan. Manusia hanya bisa berencana tetapi jalan hidup ada di tangan Tuhan. Saya sadar, sebanyak apapun saya berpikir jika saya tidak menyertakan Tuhan di dalamNya maka semua itu sia-sia. Setiap manusia punya keterbatasan untuk mengetahui pilihan yang terbaik dan itulah yang saya alami malam ini. Saya bingung akan pilihan yang harus lakukan ke depannya. Namun, saya diingatkan untuk berdoa dan berkomunikasi dengan Tuhan. Melalui doa, kita akan dikuatkan dan dimampukan dengan bantuan Roh Kudus. Oleh karena itu, ketika hatimu gundah, mari cari Tuhan dan dengan sungguh hati meminta pertolongannya.

Hal lain adalah teman bicara. Kegalauan sekarang memang sering berefek pada status-status jejaring sosial yang terkesan mengumbar kegalauan. Berbagi beban pikiran/hati memang perlu tetapi ada perbedaan antara berbagi dengan mengumbar. Ada baiknya cukup mencari teman bicara yang kita kenal dekat dan percaya untuk menjadi teman berbagi dan menguatkan. Dengan doa sudah lebih dari cukup tetapi Tuhan menunjukkan penyertaanNya dalam berbagai bentuk dan mungkin salah satunya adalah teman berbagi itu. :)

Di bawah ini adalah kutipan salah satu lagu yang saya suka tentang kegalauan.
S'rahkan kuatirmu padaNya
S'rahkan s'gala bebanmu di kakiNya.
Bila engkau merasa bimbang dan kecewa,
s'rahkanlah kuatirmu padaNya.

Tuhan memberkati. :)


0 comment(s):

Post a Comment