April 8, 2012

Dewasa ini, sudah bukan hal yang tabu lagi ketika kita mendengar kata QWERTY apalagi jika ditambahkan kata 'keyboard' di belakangnya. QWERTY adalah susunan keyboard umum yang dipergunakan di seluruh dunia saat ini. Dari mesin ketik, Dekstop PC, laptop, hingga ponsel saat ini telah mempergunakan QWERTY. Jika kita perhatikan, hal yang unik adalah susunan huruf-hurufnya sebenarnya mempersulit pengetik dan susah untuk dihapal letaknya karena tidak sesuai alfabet. Saya penasaran tentang apa yang membuat penemunya berpikir untuk menciptakan keyboard seperti ini. Oleh karena itu saya coba sedikit membaca dan membagikannya di sini. :)

mesin ketik tua
mesin ketik tua
Mesin ketik komersil pertama memiliki susunan huruf yang sesuai alfabet dan disusun dalam 2 baris. Model ini diperkenalkan oleh Chirstopher Latham Sholes. Mesin ketik pertama ini benar-benar sangat berguna. Pengetik dapat mengetik dengan sangat cepat sehingga mempercepat penyelesaian pekerjaannya. Namun, ada masalah yang tidak kalah fatalnya pada produk ini. Kesalahan mekanikal yang tentunya jika terjadi berkali-kali, terang saja akan memperlambat pekerjaan. Jika kita pernah melihat mesin ketik, maka kita akan sangat mudah mengerti maksud saya berikut ini. 

detil batang besi mesin ketik tua
typebar zoom
Seperti yang disebutkan sebelumnya, pengetik dapat mengetik dengan sangat cepat dengan mesin ketik pertama tadi. Hal ini bagus, tetapi ada sisi buruknya. Pada saat kecepatan mengetik sudah tinggi, mesin cenderung mengalami kemacetan. Seperti kita ketahui sistem mekanik dari mesin ketik adalah sebagai berikut. Ketika tuts huruf ditekan, maka batang besi kecil dengan plat huruf (selanjutnya kita sebut typebar) di ujungnya akan terangkat dan berayun ke arah kertas kemudian mencetak huruf dari plat huruf tersebut ke atas kertas. Masing-masing huruf memiliki platnya masing-masing sehingga ada kemungkinan terjadi tabrakan antar batang besi ketika 2 atau lebih huruf tertentu ditekan dalam waktu hampir bersamaan. Inilah yang terjadi ketika kecepatan mengetik sudah tinggi. Oleh karena terlalu cepatnya mengetik, terjadi tabrakan antar beberapa batang besi dan mengakibatkan macet pada mesin.

Christopher Latham Sholes mulai mempertimbangkan solusi baru untuk mengatasi masalah macet ini. Namun pada akhirnya, bukannya mengatasi kesalahan mekanik dari mesin, Sholes malah berusaha mengurangi kecepatan orang dalam mengetik. Logikanya saya akui memang benar dan sedikit cerdik. hehe. Jika pengetik tidak mengetik dengan cepat, maka jamming pada mesin tidak akan terjadi.

QWERTY
sketsa QWERTY
Apa yang dilakukannya? Sholes menyusun ulang susunan huruf pada keyboard-nya. Salah satunya adalah menjauhkan jarak tuts antarhuruf yang sering digunakan. Desain ini bukan dilakukan asal-asalan. Sholes melakukan riset bersama dengan Amos Densmore, seorang penasehat* finansialnya, untuk menemukan susunan yang sedemikian rupa mengurangi kecepatan pengetik. Dengan susunan baru ini, QWERTY, masalah macetnya mesin memang tidak terselesaikan secara sempurna tetapi setidaknya sangat mengurangi frekuensi terjadinya macet mesin.

Pada tahun 1874, mesin ketik pertama dengan QWERTY ini diproduksi oleh Remington, sebuah produsen mesin. Tipe 1 ini hanya mampu mengetik huruf besar (kapital) saja. Faktanya, inovasi mesin baru ini tidak mendapat tanggapan yang berarti oleh publik bahkan cenderung terabaikan. Hingga akhirnya tahun 1878, model kedua dari mesin ketik dengan QWERTY ini diproduksi. Tipe 2 ini mampu mengetik baik huruf besar (kapital) maupun huruf biasa. Mereka menyebutnya dengan kata 'shift'. Istilah shift sendiri dipilih karena pada dasarnya tuts ini menyebabkan perubahan posisi typebar pada mesin. Seperti kita ketahui, typebar memiliki cetakan huruf yang besar dan kecil. Jadi, ketika posisi typebar berubah maka ukuran huruf yang tercetak akan berubah (kapital atau normal). Sejak diproduksi, tipe ke-2 ini mulai banyak dipergunakan.

Setelah mesin ketik QWERTY tipe 2 ini, banyak alternatif baru yang bermunculan. Salah satunya yang paling menjanjikan disampaikan oleh Professor August Dvorak, dari Washington State University tahun 1932. Dvorak mengurutkan 5 huruf vokal dan 5 konsonan pada satu baris utama keyboard. (lihat gambar di bawah) Dengan keyboard ini, seorang pengetik dapat mengetik hingga 400 kata dalam bahasa Inggris hanya dengan menggunakan satu baris utamanya. Jika dibandingkan dengan QWERTY, hanya bisa menghasilkan sekitar 100 kata dalam bahasa Inggris dengan menggunakan satu baris utamanya. Secara sekilas, alternatif baru ini memberikan kemudahan bagi pengetik karena tidak perlu banyak perpindahan jari pada keyboard. Cukup pada satu baris utama ini, 73% kerja pengetikan dapat dilakukan. Sementara QWERTY hanya 30%.

alternatif keyboard buatan prof dvorak 1932
susunan keyboard Dvorak

Alternatif ini cukup menjanjikan tetapi Dvorak gagal mempresentasikan keunggulan yang berarti yang membuat temuannya layak menggantikan QWERTY. Banyak yang melakukan studi tentang alternatif baru ini tetapi tidak menemukan sesuatu yang berarti. Pada akhirnya, publik menyadari bahwa sebenarnya tidak ada masalah pada keyboard. Pengetik yang handal mengetik dengan cepat sementara, yang tidak handal, yah lambat. Selain itu, lihat saja selang waktu antara 1878 hingga 1932. Siapa yang mau kembali bersusah untuk beradaptasi dengan model baru dan meninggalkan model yang sudah dipergunakan secara umum selama puluhan tahun? Apalagi masa sekarang ini. Who cares. hehe.

Jadi, saya telah menemukan jawaban dari pertanyaan saya tentang apa yang dipikirkan penemunya dulu. Ternyata tujuan utamanya bukan meningkatkan efektifitas dan kecepatan pengetikan melainkan malah mengurangi kecepatan mengetik. hehe. Namun, kembali lagi, tetap saja pengetik yang sudah berpengalaman pasti bisa mengetik dengan cepat.

Sekian.
Semoga berguna. :)

nb: saya sama sekali tidak menggunakan sumber literatur wikipedia karena memang banyak disebutkan sebagai sumber yang tidak valid.

sumber gambar 1 2 3 4

0 comment(s):

Post a Comment