April 24, 2012

diskusi grup (FGD)
group discussion
Melanjutkan apa yang saya bagikan minggu lalu, puji Tuhan saya diberi kesempatan lanjut ke tahap selanjutnya dari proses rekrutmen Total E&P ini. Tahap selanjutnya merupakan tahap FGD (Focus Group Discussion). Secara pengertiannya, kita tentu sudah langsung bisa menebak bahwa isinya adalah diskusi. Benar, tahap ini memang tahap diskusi. Menurut saya pribadi, tahap ini bisa menunjukkan banyak hal, mulai dari kemampuan berbicara, mengemukakan pendapat, kemampuan bekerja sama, kerendahan hati, cara berpikir dan lainnya.

Pada FGD yang saya lalui ini, kelompok berisikan 7-9 (tergantung jumlah peserta yang datang) orang ditempatkan pada sebuah susunan bangku yang melingkar. Setiap peserta diberikan dua lembar kertas (lembar isian dan lembar informasi kasus). Waktu yang disediakan untuk FGD ini adalah sekitar 30-35 menit tergantung pengawasnya.

Untuk diskusi tentunya harus ada kasus yang didiskusikan. Nah, pada FGD ini kami diberikan kasus atau kondisi dimana astronot sedang terdampar di bulan karena pesawatnya mendarat darurat setelah rusak di tengah perjalanan. Sementara, astronot harus menuju titik pesawat induk di bulan. Beberapa alat rusak dan ternyata ada 15 alat yang masih berfungsi. Nah, peserta FGD diminta mendiskusikan urutan prioritas dari alat-alat yang masih berfungsi tersebut yang mampu membawa astronot sampai ke titik pesawat induk.

Sebelum memulai diskusi, setiap peserta diminta mengisi lembar isian dengan urutan prioritas menurut mereka pribadi kurang lebih selama 5 menit. Selanjutnya, diberikan waktu 25 menit bagi kelompok ini untuk berdiskusi menentukan urutan prioritas alat-alat tadi. Namanya juga diskusi, tentu saja vote bukan merupakan alternatif yang baik. hehe. Dalam diskusi ini siapa saja boleh memulai duluan dan setiap orang punya kedudukan yang sama (tidak ada pemimpin kelompok, sekretaris dll).

Dari pandangan saya pribadi, ada beberapa poin yang saya perkirakan perlu diperhatikan di sini. Pertama kali saya melihat lembar isian yang berupa tabel dimana kolom isian urutan-pribadi bersebelahan dengan kolom isian urutan-kelompok, saya merasa salah satu objektif yang baik untuk diraih adalah menjadikan isi kedua kolom tersebut sama. Maksudnya, apa yang menjadi keputusan kelompok ternyata mengikuti pandangan kita. Tentunya, bukan dengan cara yang memaksakan kehendak tetapi dengan cara penyampaian yang halus dan meyakinkan. Cara kita meyakinkan kolega tentang pandangan kita adalah salah satu ciri seorang pemimpin yakni memberi pengaruh.

Kedua, waktu 25 menit bukanlah waktu yang ideal untuk mendiskusikan hal semacam dan sebanyak ini (15 poin untuk diurutkan). Ketika diberitahukan waktunya, saya langsung berpikir bahwa 'menyelesaikan isian' bukanlah fokusnya melainkan interaksi setiap orang. Jadi, menurut saya masalah waktu tidak usah terlalu dihiraukan tetapi usahakan saja bagaimana kita bisa saling mengeluarkan pendapat dan saling bertukar pikiran. Banyak-banyak mendengar dan kemudian berbicara.

Ketiga, tidak ada pendapat yang benar maupun yang salah. Seperti yang pengawasnya ingatkan, posisi setiap peserta diskusi adalah sama. Entah apapun pendapat dan alasan kita, utarakan saja. Diam-diam saja tidak termasuk dalam diskusi. Mendengarkan memang baik dan penting tetapi mengutarakan isi pikiran juga penting. Ide jika tidak dikeluarkan hanya akan berakhir ide, bukan? hehe.

Untuk tips, saya tidak tahu dan mungkin juga tidak bagian saya memberikannya karena saya juga puji Tuhan tidak dapat kesempatan ke tahap selanjutnya. hehe. Yang bisa saya bagikan dari pengalaman dan kesalahan saya ini adalah hindari berpikir kepanjangan, pikir seadanya saja dan ungkapkan. Berbicara dengan porsi yang tepat dan konten yang kuat itu memberi nilai plus yang tinggi menurut saya.

*pembaharuan
bulan Juli 2013 saya membaca sebuah buku psikologi yang menyebutkan tentang kasus astronot terdampar ini sebagai bahan diskusi. Ternyata tujuannya tidak sama dengan poin pertama yang saya persepsikan di atas. hehe. Bahkan, tujuannya bukan untuk melihat kemampuan individual. Jika kerja sama tim itu baik, hasil akhir keputusan harusnya tidak sama dengan yang dimiliki individu.

Meskipun demikian, studi kasus yang ini pada kenyataannya masih sering memunculkan perbedaan pendapat mengenai hasil yang tepat yang diperoleh dari observasi ini.
*

Sekian.
Semoga Berguna. :)


9 comment(s):

  1. Ane senin besok mau tes FGD nih gan. Thanks banget infonya ya gan. Do'akan ane lulus yah dan lancar sampai tahap akhir.amiiin. Thanks banget atas info dan tips nya gan :)

    ReplyDelete
  2. yow, selamat berjuang.
    Semoga sukses. :)

    ReplyDelete
  3. FGD-nya pake bahasa Inggris atau bahasa Indonesia, kang?

    ReplyDelete
  4. halo bang rey, inget aku ngga? kemungkinan ngga sih, hehe.. senin besok aku fgd total, lagi nyari" pengalaman" fgd, nongollah blog abang ini.. kalo sempet main ke blogku ya bang, hahaha..

    ReplyDelete
  5. eh tapi beda ding ternyata, abang mau ngelamar kerja di total ya pas itu? aku buat yang beasiswa, hehe.. mudah"an ga jauh beda fgd-nya hahahahaaaaa..

    ReplyDelete
  6. bisa minta materi FGDnya g? trims. (fazzan.011@gmail.com)

    ReplyDelete
  7. Sayangnya materi diskusi dikumpul kembali oleh pengawas.
    Lagipula materinya cuma satu lembar, studi kasus sederhana seperti yg dipaparkan paragraf 3.

    ReplyDelete