December 13, 2011

Siapa yang tidak kenal dengan binatang kecil yang biasa mengerumuni sisa makanan manis yang terjatuh di meja dapur kita ini. Semut adalah binatang yang terlalu akrab dengan kita untuk tidak kita kenal. Semut seperti yang kita tahu secara awam adalah pecinta makanan manis. Profesi mereka adalah prajurit pengumpul makanan. Namun ternyata, ada jenis semut yang memiliki profesi yang sedikit berbeda. Profesinya sedikit lebih elegan. Sedikit dalam terjemahan 'a little bit or tiny'.


Di wilayah dataran rendah Gran Chaco, bagian Argentina utara terdapat sebuah koloni besar semut pemotong daun (Leaf Cutter Ant). Gran Chaco adalah daerah yang memiliki daerah rerumputan yang luas. Jenis semut ini tinggal di bawah tanah dan anggota koloninya dapat mencapai 10.000.000 semut jantan yang dipimpin oleh seekor ratu. Jenis semut ini memiliki mulut (seperti capit, *gambar*) yang sangat besar dan mampu memotong daun dengan sangat mudah. Yang lebih menarik lagi adalah mulut mereka dapat menggigit dan mengangkat sebuah ranting kayu sepanjang kira-kira setengah meter selama beberapa detik. Bayangkan, dengan tubuh sekecil itu! Jadi, selain dapat memotong daun, jenis semut ini juga sangat kuat (setidaknya untuk ukuran semut :p ).


Setiap harinya, kegiatan mereka adalah pergi memotong daun/rumput kemudian membawanya pulang ke rumah mereka. Begitu terus menerus. Meskipun mereka memotong daun/rumput dan membawanya pulang, mereka bukanlah pemakan daun/rumput. Lalu, untuk apa daun/rumput yang mereka kumpulkan?

Inilah yang saya sebutkan sebagai profesi yang sedikit berbeda tersebut. Semut-semut ini berprofesi sebagai petani. Mereka tidak memakan rumput/daun yang telah dibawa melainkan memberinya sebagai makanan jamur (fungus) yang ada di dalam rumah mereka di bawah tanah. Jamur inilah yang kemudian menjadi makanan bagi mereka. Jamur dalam jumlah yang cukup besar untuk memberi makan 10.000.000 ekor semut. Hubungan ini yang biasa kita dengar dengan kata simbiosis. Semut ini memberi makan jamur dan jamur menjadi makanan semut.

Sektor pertanian yang mereka tekuni ternyata tidak sebegitu mudahnya tanpa masalah. Jamur yang mereka jadikan makanan itu menghasilkan karbon dioksida (CO2) dalam jumlah yang sangat besar. Hal ini tentu menyebabkan udara dalam rumah mereka memiliki tingkat toksisitas yang tinggi. Menariknya, semut ini menyadarinya dan mengakali permasalahan ini dengan menyediakan sistem ventilasi yang berhubungan dengan udara lepas di atas tanah. Sistem ventilasi bawah tanah? Hmm, sepertinya mirip mata kuliah yang dipelajari teman-teman dari teknik pertambangan. hehe. :p Tidak seekstrem itu tentunya.

Semut-semut ini tidak hanya menjadi petani tetapi juga arsitek (architect) dan engineer. Mereka merencanakan rumah yang baik dan lengkap dengan sistem ventilasi yang memungkinkan mereka bertani, makan dan tidak keracunan udara. Mereka mengusahakan kebutuhannya dengan kemampuan yang mereka miliki. Saya jadi berpikir, semut tanpa akal dan pikiran saja bisa mengusahakan kesejahteraannya bersama-sama. Bagaimana dengan manusia yang dilengkapi dengan akal dan pikiran?



0 comment(s):

Post a Comment