September 15, 2011

Berjalan kaki merupakan aktivitas yang sering kita lakukan di tempat umum. Meskipun kita memiliki kendaraan  pribadi, tidak menutup kemungkinan dan faktanya bahwa setiap orang pasti pernah berjalan kaki di tempat umum terutama di area komersial. Terkait hal tersebut, secara umum dapat diperkirakan luas area minimum yang nyaman bagi setiap pejalan kaki untuk berjalan. Perkiraan tersebut dapat diperoleh melalui perhitungan.

Terlepas dari yang namanya hitung-hitungan, di kehidupan sehari-hari kita dapat merasakan bahwa umumnya wanita tidak suka berjalan di trotoar yang sempit. Wanita umumnya merasa risih dan tidak nyaman ketika berjalan bersesakan. Mungkin salah satu penyebabnya adalah ketidaknyamanan wanita jika bersentuhan dengan orang-orang terutama pria. Dengan kata lain, wanita memerlukan ruang yang cukup besar untuk merasa nyaman berjalan di trotoar. Saya sendiri cukup setuju dengan pandangan umum di atas ini.

Pandangan umum di atas ternyata tidak sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh senior saya di Kelompok Keahlian Rekayasa Transportasi ITB. Sebuah laporan penelitian (Inna Rubhasy, 2006) yang saya baca menyimpulkan hal yang berbeda. Laporan ini berisi penelitian mengenai karakteristik pejalan kaki. Lokasi penelitian merupakan jalan Braga yang merupakan area komersil di Bandung. Pengamatan dilakukan pada 5 kondisi fasilitas pejalan kaki  (trotoar) yang berbeda. Masing-masing kondisi berbeda luas ruang ,pembatas ruang dan hambatan sampingnya (PKL).

Salah satu hasil yang diperoleh adalah bahwa pejalan kaki berjenis kelamin perempuan memiliki toleransi ruang yang lebih tinggi daripada pejalan kaki berjenis kelamin pria. Dalam kata lain, wanita lebih dapat menerima ruang yang lebih sempit daripada ruang yang dapat diterima pria. Berdasarkan penelitian ini, justru pria yang membutuhkan ruang yang cukup besar untuk merasa nyaman berjalan di trotoar.

Pandangan-pandangan umum berdasarkan pengamatan mata sehari-hari saja memang sering berbeda dengan hasil yang diperoleh dari pengumpulan data seperti penelitian di atas. Oleh karena itu, bahkan penelitian yang sangat dasar sekalipun sebenarnya perlu dan menarik untuk dilakukan. Tidak heran saya sering melihat dan membaca bahwa sekolah di luar negri itu hampir setiap minggunya mengeluarkan paper yang menjadi tugas siswa-siswanya. Hmm..

Kesimpulan penelitian di atas memang tidak lantas menjadi kesimpulan umum karena ada batasan dan pengaruh lokasi penelitiannya. Namun, cukup memberi gambaran dan pembanding bagi kita tentang toleransi ruang pejalan kaki. :)

pic: cubeme.com

0 comment(s):

Post a Comment