September 2, 2011

self control
Baru saja saya melakukan instalasi software di dalam Notebook. Sesaat kemudian saya mengetahui bahwa software tersebut tidak kompatibel dengan hardware yang akan saya operasikan. Hmm, secepatnya langsung saya bertanya pada mbah Google perihal software yang versinya cocok. Oleh karena software tadi tidak cocok, saya lantas segera menghapus/melepas (uninstall) software yang telah saya pasang (install) tersebut. Hal yang menarik saya dapatkan ketika saya mendapati bahwa waktu yang diperlukan untuk uninstall sebuah software lebih singkat daripada yang diperlukan untuk melakukan instalasi. Hampir kurang dari sepertiga waktu yang dibutuhkan untuk instalasi.

Tidak jarang saya melakukan proses instalasi dan penghapusan seperti ini, tetapi saya hanya baru menyadari hal menarik seperti ini berkaitan dengan kehidupan kita sehari-hari. Sama halnya juga dengan merakit dan melepas sebuah rangkaian. Dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk merakitnya menjadi rangkaian yang sempurna. Namun, hanya butuh waktu singkat untuk memisahkannya kembali menjadi beberapa bagian. Dalam kehidupan sehari-hari, hal yang sama juga dapat dianalogikan pada kita. Setiap harinya kita dianalogikan sedang melakukan instalasi sesuatu yang berharga dalam diri kita, karakter yang baik. Setiap harinya kita berusaha menjadi seseorang yang lebih baik. Setiap harinya pula kita menyadari bahwa karakter yang baik itu tidak dibangun hanya dalam sekejap. Namun, sebaliknya melepaskannya hanya membutuhkan waktu sekejap. Kenyataan dapat kita lihat bahwa dengan mudahnya manusia dapat berubah oleh karena beberapa hal seperti kekuasaan dan materi.

Kesalahan kita umumnya terjadi karena kita memberikan kesempatan bagi ego kita untuk meng-uninstall sesuatu yang berharga dalam diri kita dengan dalih 'nanti saya install lagi' dalam hati. Sederhananya, kita sering sekali membiarkan hal-hal jelek merusak karakter kita hanya karena coba-coba atau penasaran padahal seharusnya kita tahu bahwa sekalinya kita lepas dari karakter baik itu, butuh waktu yang lama bagi kita untuk kembali lagi. Oleh karena itu, menjadi pelajaran bagi kita semua untuk berpikir beribu kali lagi ketika kita hendak merusak diri dengan hal-hal jelek. :) Pengendalian diri berbicara banyak dalam hal ini. Tidak ada yang rugi ketika kita bersifat baik. Semua orang pasti senang dengan kita. :)

pic: blog.faboverfifty.com

0 comment(s):

Post a Comment