August 28, 2011

Salam Ganesha ITB
Pantas saja mahasiswa-mahasiswa sekarang banyak yang demonstrasi terkait adanya praktek kapitalisme. Jelas sekali terlihat di kehidupan sehari-hari, sebanyak apapun cafe, resto, tempat nongkrong, ngopi dll yang berbau royal , tetap saja ramai dipadati pengunjung setiap malamnya. Ini berdasarkan pengalaman sering berkeliling memandangi kota Bandung di malam hari. hehe. Menurut saya pribadi, ini indikasi bahwa orang kaya di Indonesia sangat banyak.

Orang kaya sangat banyak? Lah, di media kok malah angka kemiskinan yang dikatakan tinggi? Dari pandangan saya pribadi, keduanya tidak bisa disalahkan. Mungkin ini pula yang dikatakan kapitalisme. Ada disparitas yang tinggi antara golongan kaya dan golongan miskin. Yang kaya tidak semakin sedikit. Namun demikian, yang miskin juga mengikuti trend yang sama. Ironis sih memang. Katanya, sistem ekonomi kita sengaja dikapitaslismekan. Namun, sepertinya sih kapitalisme hanya sebuah efek samping di negara ini.

Tidak seperti yang pernah saya baca di buku sejarah tentang kapitalisme, kapitalisme tidak dijadikan pedoman di zaman ini khususnya di Indonesia. Kapitalisme muncul justru efek samping dari kuantitas ketidakpedulian masyarakat sekarang ini tinggi sekali. Tidak sedikit yang memiliki paradigma sempit yang mementingkan ego saja. "Saya kaya, bodoh amat dengan yang di bawah-bawah". Terlalu kasar memang, tetapi ini realita. Tidak terjadi jauh-jauh, di dekat anda sendiri pasti pernah anda rasakan. :) Melihat banyak berbagi berkat ke anak Yatim yang saya saksikan di televisi, saya terharu sambil berpikir andai saja setiap bulannya kelompok orang mampu mengadakan acara ataupun bentuk lain seperti itu setiap bulannnya. Mengapa hanya sesekali?

Di sisi lain, bukan sepenuhnya kesalahan golongan kaya karena tidak sedikit pula saudara sebangsa kita yang kurang beruntung secara material malah menyerah dan menggantungkan nasibnya kepada sebuah rutinitas menadahkan tangan. Kurangnya semangat dan daya juang salah satu masalahnya. Terkait hal ini, alangkah bijak jika kita bisa belajar dari saudara kita orang Jepang. :)

Pada akhirnya, tulisan di atas hanyalah sebuah fakta menggelitik yang sebenarnya tidak secara mutlak mewakili apa yang ada di negara ini. Banyak hal kompleks yang saling mempengaruhi dan membentuk fakta saat ini. Lantas kita bagaimana? Diam dan memandangi kenyataan? Aih, picik sekali. haha.

Jika benar ini efek samping, maka tentunya ada masa akhirnya. Namun jika obatnya dikonsumsi terus menerus, lama-lama efek samping ini bisa jadi bagian dari penyakit.hehe. Sekarang kita tunjukkan saja bakti kita.
*Just a Thought*

Untuk Tuhan, Bangsa dan Almamater.
Salam Ganesha untukmu Indonesia. :)

2 comment(s):

  1. Aheeeey..saya pikir ada apa bawa2 obat..ternyata..moral bangsa yang sakit..hehe
    inspiring thought :)

    ReplyDelete
  2. ruth?
    tere kali ya. hehe.. Responmu terhadap obat sangat tinggi ya, te. haha.
    BTW, Thx for stopping by. :)

    ReplyDelete