July 4, 2011

father-and-son
10 hari sudah saya menghabiskan waktu di kota kelahiran saya, Medan. Sewaktu di Medan, saya tidak terlalu produktif dalam arti tidak banyak hal baru yang saya lakukan. Hal yang berbeda saya perhatikan dilakukan oleh papa saya. Papa saya adalah orang yang dapat dikatakan telaten dalam bekerja. Banyak barang-barang rusak diperbaiki oleh beliau seperti yang dilakukan di toko. hehe. Saya sedikit malu juga karena hanya bisa melihat-lihat saja. :p
"Ini ilmu-ilmu terapan yang sedang saya kerjakan. Takkan didapat yang di kuliah yang seperti ini." ,kata beliau.

Saat ini saya sudah berada di Bandung. Saya masih memikirkan kata-kata papa saya tersebut. Saya pikir ada baiknya juga memang kalau saya belajar memperbaiki barang-barang rumah sebagai ganti langsung membeli yang baru. Selain bisa menghemat biaya, melatih kedua tangan dan otak serta melatih kesabaran kita. Jangan salah. Melakukan pekerjaan tukang servis membutuhkan kesabaran tingkat tinggi ,terutama buat saya. haha.

Waktu itu, papa saya memperbaiki handle dan lubang kunci pintu kamar mandi serta sebuah tas travelling polo. Ditambah lagi mengatur ulang jalur kabel antena dan memindahkan posisi antena TV. Sewaktu saya membantu dan melihatnya bekerja, beliau cuma senyum-senyum dan menikmati apa yang dilakukannya. Mengatur antena TV mungkin sudah sering dilakukan tetapi pintu dan tas mungkin adalah tantangan baru baginya. Namun, beliau tetap menikmati apa yang dikerjakannya bahkan sampai larut subuh. Wah, malu saya yang masih muda ini. +_+

Saya belajar mengenai passion dari apa yang papa saya lakukan ini. Kita mungkin diberi tanggung jawab akan pekerjaan yang tidak kita sukai ataupun harus mengambil mata kuliah yang tidak kita sukai. Namun, dengan passion yang baik, kita bisa melewatinya dengan senyuman dan menyelesaikannya dengan baik. Passion dalam hal ini adalah gairah and antusiasme kita dalam melalukan apa yang kita kerjakan. Lagi-lagi saya malu karena di usia yang masih muda begini, passion saya kalah dari papa saya. Padahal generasi muda seharusnya yang lebih bersemangat. Haiyaa, GAMBARU!!

Wah, saya sangat bersyukur papa saya mengajar saya banyak melalui perbuatannya. Teladan yang mengagumkan. :)

btw, judulnya tidak nyambung yah. :p
haha.

0 comment(s):

Post a Comment