July 27, 2011

toleransi bayi berpegangan tangan
Malam sunyi begini ditemani tulisan-tulisan dengan tinta maya berlembar-lembar, tiba-tiba teringat berita R*ul dan KaD* di televisi dari tadi pagi. *What!! Infotainment?! Sama sekali bukan saya T_T* Kenapa bisa ya?

Sesaat sedikit dipikir-pikir ada hal menarik, kedua pihak sama-sama salah sih. Namun, kesalahannya tidak sama pada satu titik. Yang satu terlalu agresif dan nyosor mulu. Nah, yang satu lagi khilaf kali ya.. Jatuhnya ke main kasar. Sama-sama tidak ada yang benar menurut saya.

Saya sendiri mengerti bahwa mungkin om R*ul sedikit tidak terbiasa dengan kehidupan yang berubah drastis dari segi privasinya. Sebagai orang yang tidak terlalu suka disorot, jelaslah emosi seringkali muncul. Ketika banyak masalah sedang menerpa, emosi itu bisa lepas dalam bentuk kontak fisik. hehe. Saya juga mengerti kondisi wartawan yang hanya sekedar mencari berita. Kasarnya, mencari bahan untuk makan. Jika ada kesempatan memperoleh berita maka kesempatan tersebut harus diraih. Namun, ketika usaha meraih itu dihalang-halangi, sakit hati juga kali ya. hmmm..

Dari sudut pandang orang ketiga, saya merasa seharusnya jika ada rasa SALING TOLERANSI di antara kedua kubu (artis dan wartawan) maka mungkin kejadian tersebut tidak akan terjadi. Pertama, om R*ul bukan public figure dulunya sehingga butuh adaptasi yang cukp untuk kemudian menjadi bahan sorotan. Saya melihat yang bersangkutan sebenarnya sudah berusaha beradaptasi dengan keadaan yang baru. Namun, sepertinya usaha tersebut tidak dibarengi dengan rasa pengertian dari om om wartawan. IMHO. Menurut saya, mungkin tidak ada salahnya juga sih sedikit meregangkan intensitas penyorotan dan pencarian berita terhadap yang bersangkutan. Jadi, ada SALING toleransi di sana. Ketika yang satu hendak beradaptasi, yang satu lagi seharusnya sih mengerti dengan kondisi orang yang masih beradaptasi. hehe.

Lagi-lagi, sebatas pecinta televisi, saya melihat tindak kekerasan yang dituduhkan memang tidak baik. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya bahwa emosi seseorang ada batasnya. Mungkin bisa dijadikan bahan pelajaran bagi om R*ul kali ya untuk melatih 'daktilitas' emosinya. hehe. Jadi, kedua pihak sebenarnya menurut saya harus belajar.
Masalah hukum bagaimana?! Menurut saya sih tidak terlalu perlu. Masalah sederhana hanya membuat lelah kalau dibawa rumit. hehe.

Terakhir, hanya sebatas kacamata pemirsa, bukan untuk menggurui ataupun menasehati. Namun, memberikan komentar atas apa yang terjadi. Sekedar saran, bukan gugatan. ^_^
Mari belajar SALING toleransi. SALING berarti berbalasan. Jadi, ini tak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Oleh karena itu, ini bukan hanya pelajaran sebagian orang tetapi jadi pelajaran kita semua, yang pasti termasuk saya. :D
Mari belajar.


*Kenapa jadi ngurusin infotainment begini ya..?!!#@!%!#*
+_+
Back to laptop --->


pic: earlychildcare.wordpress.com

0 comment(s):

Post a Comment