May 26, 2011

Fakta menarik di bawah ini sebenarnya sudah pernah saya bagikan ke beberapa teman. Namun, akibat baru-baru ini saya mengikuti sebuah camp bertemakan Love, sex & dating, saya teringat hal menggelitik ini dan mencoba menuliskannya saja. hehe.

Sebagai analogi dasar, di jalan raya tepatnya persimpangan, sederhananya yang memegang otoritas tertinggi adalah Polisi atau secara urutan adalah sebagai berikut.
1.Polisi
2.Sinyal lalulintas (*lampu merahkuninghijau katanya)
3.Marka

Jadi, dengan kata lain ketika ada polisi di persimpangan dan sedang memberi tanda untuk jalan ke salah satu lengan jalan, pengemudi harus jalan meskipun sinyal lalulintas berkata 'MERAH!!'. Demikian juga, marka 'power'nya lebih rendah.
Mungkin ketika mendengar hal seperti ini, pernyataan yang muncul di kepala adalah 'ah sudah biasa, kan memang begitu' tetapi bagaimana dengan pejalan kaki?

Ada fakta menarik yang menggelitik di aktifitas pejalan kaki. :p
Jika jalan raya punya tingkatan otoritas, maka fasilitas pejalan kaki juga punya tetapi lebih kepada prioritas pemakai trotoar. Perhatikan.

-Jika kamu adalah seorang pejalan kaki tunggal (tidak cacat), maka berlapang dadalah karena anda berada di tingkat prioritas yang paling rendah. Sabarlah jika pejalan kaki tipe lain mengganggu lintasan anda.

-Jika kamu adalah seorang yang cacat tubuh atau lanjut usia, maka anda dapat sedikit lega tapi sedikit saja ya. :p Hal ini dikarenakan anda berada di tingkat menengah. Anda lebih diprioritaskan di atas trotoar. Pejalan kaki tunggal dengan mudah tergeser jika ada ingin lewat. :D

Terakhir adalah yang paling menarik dan istimewa.
pejalan kaki pacaran
-Jika anda adalah pejalan kaki double atau disebut berpacaran maka berbahagialah anda karena anda berada di tingkat prioritas yang paling tinggi. Pejalan kaki tunggal, orang cacat bahkan pejalan kaki berkelompok dapat dengan segera tersingkirkan ketika anda berdua ingin lewat.

Kenapa?

Hal di atas adalah fakta yang teramati oleh seorang pejalan kaki tunggal seperti saya. Orang berpacaran adalah orang yang paling menjengkelkan saya di atas trotoar. Mau digimanain juga, pasti tak mau lepas gandengannya dan berjalan selalu dengan posisi bahu ke bahu alias makan 2 lintasan. Ini menjengkelkan. -_-a Sering sekali saya harus turun ke badan jalan hanya karena orang berpacaran ini terlalu nempel dan tidak bisa memberikan jalan sedikit saja untuk pejalan kaki tunggal seperti saya. Munkin ini yang disiratkan di lagu, "dunia serasa milik berdua bahkan sampai di trotoar pun demikian" hehehe.
Fakta menggelitik menurut saya karena masa sih sebentar aja yayank nya ga bisa mundur atau maju sedikit dan jalan berbaris 1 dulu biar orang lain bisa lewat. Kekesalan sederhana yang saya rasakan berujung pada hipotesa yang saya tampilkan di atas bahwa pejalan kaki yang berpacaran sangat memegang tingkat priortias tertinggi di trotoar. haha.


Yang mau disampaikan:
"Mau pacaran? Plis deh jangan lebay." :p


pic:http://cahyasblogger.blogspot.com

0 comment(s):

Post a Comment