April 22, 2011

semua indah pada waktunya
Kisah di bawah ini merupakan kisah nyata atau bisa dikatakan kesaksian hidup seorang teman.

----------------------------------------------------------------------


Aku adalah seorang anak lelaki, sulung pula. Adikku berbeda belasan tahun dariku. Keluargaku bukanlah keluarga yang kaya raya tetapi juga tidak di bawah garis kemiskinan. Setelah lulus SMA, aku melanjutkan studi ke perguruan tinggi yang ternyata puji Tuhan, di Kampus ITB. Aku berkesempatan kuliah di jurusan Teknik Sipil. Setelah 4 tahun menjabat mahasiswa, akhirnya aku resmi seorang sarjana.


Sama halnya dengan semua lulusan sarjana, hal pertama yang menjadi bahan pikiran adalah pekerjaan. Ketika aku baru lulus, ternyata ada sebuah kesempatan melamar di PT. FI yang terkenal itu. Coba-coba, aku mengajukan lamaran dan tembus hingga ke tahap psikotes dan selanjutnya menunggu panggilan interview. Oleh karena awalnya coba-coba, aku tidak menaruh ekspektasi besar pada perusahaan ini. Sembari menunggu panggilan, aku mengajukan lamaran di tempat lain. Sampai beberapa minggu menunggu kepastian dari PT. FI, akhirnya aku diterima bekerja di sebuah perusahaan yang biasa-biasa saja di kota Bandung. Aku bersyukur kepada Tuhan karena pekerjaan yang boleh kudapatkan ini. Oleh karena aku sudah memperoleh pekerjaan, aku tidak lagi menaruh perhatian ke perusahaan besar itu dengan kata lain ekspektasiku hampir tidak ada. Meskipun terkadang orang-orang secara tidak langsung mengatakan bahwa seorang lulusan sipil ITB kok kerjanya di perusahaan yang biasa begitu, aku tetap sabar dan bersyukur atas apa yang Tuhan berikan padaku.


Setengah tahun bekerja di tempat kerjaku di Bandung ini, aku mulai bergumul dengan Tuhan apakah aku harus terus di sini dan fokus terus di sini atau aku harus mulai mencari yang lebih baik. Pernah, mamaku berbicara padaku melalui telepon dan menanyakan bagaimana rencanaku di perusahaan ini. Aku menjawab bahwa aku akan fokus di sini dulu sampai paling tidak bonusku keluar. Aku berdoa kepada Tuhan dan bertanya apakah memang pekerjaan dan tempat ini yang Tuhan inginkan padaku atau ini hanya keinginanku saja untuk menetap terus di Bandung ini. Namun, memasuki lebih dari setengah tahun masa kerjaku, mamaku berbincang denganku lagi dan bercerita tentang permasalahan finansial tokonya di kota asalku. Orderan yang biasanya tinggi ,kini berkurang dan hampir tidak memberikan pemasukan apapun. Padahal, adikku masih baru akan masuk SD. Sebagai anak paling besar tentunya aku merasa ini adalah bebanku karena keluargaku pastinya menaruh harapan padaku untuk ini. Dengan gaji pekerjaanku di perusahaan sekarang, untukku pribadi saja mungkin terkadang kurang.


Di tengah pergumulanku tentang pekerjaanku dan keadaan ekonomi orang tuaku, Tuhan memberikanku jawaban. Suatu ketika sebuah panggilan, masuk ke telepon genggamku. Ternyata pihak PT. FI mengirimkan undangan untukku mengikuti interview user di Jakarta. Aku sempat kaget karena aku bahkan hampir lupa kalau aku pernah mengajukan lamaran ke PT FI. Waktu itu, aku sudah 8 bulan bekerja di perusahaan lamaku. Kemudian, aku mengikuti interview-nya yang dalam bahasa Inggris. Awalnya pihak penanya menggunakan bahasa Inggris tetapi mungkin karena bahasa Inggrisku yang terbatah-batah , mereka menggunakan bahasa Indonesia seterusnya. Dari situ, aku sudah berpikir bahwa ini pertanda buruk dan mungkin aku tidak akan diluluskan ke tahap selanjutnya. Namun, Tuhan berkehendak lain dan aku direkomendasikan maju ke interview VP melalui ponsel. Dan puji TUhan lagi, aku lulus dan dalam status diterima, aku direkomendasikan untuk melakukan med-check.


Di satu sisi aku senang, tetapi di sisi lain aku masih tetap bergumul kepada Tuhan. Benarkah ini yang Engkau inginkan Tuhan? Pergi meninggalkan kenyamanan yang sudah kumiliki di kota Bandung dan memasuki dunia kerja di tempat yang mungkin jauh berbeda. Aku bahkan bertanya, jika Tuhan menginginkanku di PT. FI ini maka mengapa tidak dari dulu saja aku dipanggilnya dan kenapa baru sekarang? Namun, aku mengambil hikmahnya saja. Bahwa janji Tuhan yang tertulis bahwa semua indah pada waktunya memang benar-benar benar. Semua Pasti Indah Pada Waktunya dan Pasti Jawaban Tuhan atas doa kita tidak akan pernah terlambat disampaikan kepada kita. Percayalah. Kita hanya harus setia berdoa, tetap berusaha dan bersabar. Kini, aku akan memulai karir baru di sebuah perusahaan besar hanya karena anugrah Tuhan.


----------------------------------------------------------------------


saya pribadi mengenal dia. Pribadinya yang santai, mudah bergaul dan tulus ikhlas.
Mendengar sharing-nya, saya terharu dan benar-benar diingatkan. Hidupnya telah menjadi inspirasi bagi teman-teman di sekitarnya, termasuk saya.
Saya berharap dia dapat sukses di karirnya selanjutnya dan tetap setia dalam Tuhan. :)

Semoga memberkati teman2. :)

0 comment(s):

Post a Comment