March 2, 2011

antrian panjang di penyebrangan selat sunda
Sudah lebih dari 20 hari sejak permasalahan antrian penyebrangan selat sunda dimulai. Menurut asosiasi pengusaha Indonesia, kerugian ekonomi yang dialami oleh pengusaha mencapai 5-10 milyar per hari. Angka yang cukup besar untuk skala per hari. Minimnya akomodasi transportasi untuk memenuhi permintaan penyebrangan disebut sebagai penyebab utamanya. Terang saja antrian begitu panjang, permintaan penyebrangan tidak dapat dilayani oleh kapasitas supply jasa di Merak.

Lalu bagaimana penyelesaiannya? Secara logika sederhana, sebenarnya hanya dengan menyediakan armada penyebrangan yang cukup dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Saya termasuk orang yang setuju dengan pendapat di atas. Ketika demand tidak seimbang dengan supply , memang seharusnya kita menyeimbangkannnya. Dengan menurunkan demand? Tentu tidak, karena dalam hal ini, itu dapat mengurangi devisa negara. Opsi yang layak tentunya adalah meningkatkan atau mengembalikan supply ke posisi neraca yang seimbang. Jika penyelesaiannya sesederhana itu, maka mengapa permasalahannya memakan waktu yang begitu lama? Hal ini tentunya menjadi pertanyaan kita di pikiran masing2. Saya sendiri tidak mengerti mengapa penanganannya begitu lama padahal lokasi ini merupakan jalur kritis yang selalu dilalui jalur perdagangan Indonesia, terutama sumatra-jawa.

Solusi menyediakan armada penyebrangan yang memadai mungkin adalah solusi yang kurang berkelanjutan karena kapal tentunya memiliki usia layan yang tidak terlalu lama. Editorial MetroTV mengungkapkan bahwa solusi yang berkelanjutan yang seharusnya membuat pemerintah gregetan adalah terwujudnya Jembatan Selat Sunda. Terwujudnya jembatan ini memang akan mengurangi cost yang diterima untuk setiap penyebrangan jika menggunakan kapal. Tidak dapat dipungkiri memang realisasi jembatan ini tentunya memakan dana yang tidak sedikit. Namun, dapat dibayangkan berapa besar devisa dari aktivitas ekonomi yang bisa dihasilkan lebih efektif. Oleh karena itu, realisasi jembatan selat sunda harus juga mendapat perhatian lebih dari pemerintah meskipun memang kendala dana yang selalu memperlambat kita. Untuk hal ini, mari kita sama-sama berdoa saja semoga korupsi dan eksploitasi berlebihan di Indonesia semakin berkurang bahkan musnah. hehe.

Solusi berkelanjutan dan solusi jangka pendek di atas tentunya tidak bisa dipisahkan. Pemerintah tidak bisa merealisasikan yang jangka pendek saja ataupun yang berkelanjutan saja. Tentunya harus ada integrasi antara kedua solusi tersebut. Dalam perealisasian jembatan selat sunda tentunya akan memakan waktu yang sangat panjang. Penyediaan armada penyebrangan seharusnya menutupi selang waktu realisasi tersebut. Pemerintah harus menyediakan supply yang memadai di lokasi tersebut sebelum akhirnya jembatan selat sunda terealisasi. Semoga staf-staf ahli di dewan aspirasi rakyat dan pemerintahan dapat mendiskusikan ini dengan lebih baik lagi serta menangganggap ini lebih serius lagi. :)

Catatan rakyat yang merindukan berkembangnya Indonesia.
Sekian.

bendera republik indonesia
sumber gambar: mediaindonesia

0 comment(s):

Post a Comment