March 12, 2011

looking for God
Seorang teman mengeluarkan status di sebuah jejaring sosial, kira-kira seperti ini bunyinya:
"Ya Allah, mudahkanlah jalanku dan sertai aku menghadapi seminggu ke depan."
Apa respon yang muncul di pikiran anda jika melihat ini? Saya pribadi seketika itu juga mengasumsikan bahwa teman saya ini sedang dalam masalah atau akan menghadapi tantangan yang berat di minggu depan. Lantas seorang teman saya lagi memberikan komentar seperti ini:
"doa di kamar aja, sendiri bud (anggap saja namanya budi) biar lebih khusyuk."

Sejenak saya terdiam dan bingung mau membentuk respon seperti apa di pikiran. Namun, bagus juga ada komentar seperti itu. Komentar seperti itu secara tidak sengaja membantu saya berpikir lagi mengenai respon dan penggunaan orang-orang akan jejaring sosial ini. Jika dipikir-pikir, maka ada benarnya juga yah, berdoa kan bisa dikatakan komunikasi pribadi kita dengan Tuhan. Jadi, kenapa publish-nya ke orang-orang/teman-teman. Namun, di sisi lain mungkin saja ketika mengeluarkan status seperti itu, ada keinginan dari orang untuk diberi semangat atau dibantu dalam doa. Saya sendiri juga kalau tidak salah, pernaHmm...

Apa iya, semakin berkembangnya teknologi membuat orang semakin malas mencari Tuhan dalam persekutuan pribadi. Kadang-kadang ada saja orang yang mengeluarkan status seperti di atas tadi tetapi pada kenyataannya orang tersebut tidak berdoa. Apa iya teknologi membuat orang mencari Tuhan di jejaring sosial?

Sebuah status lagi dari seorang teman mengingatkan bahwa meskipun teknologi begitu berkembang dan cenderung menyibukkan kita dengan segala fun atau apapun itu namanya, kita seharusnya selalu mengingat untuk memberikan waktu khusus untuk Tuhan dalam hari-hari kita.
Kadang kita tidak menyadari bahwa kita bisa di depan laptop atau di depan gadget berjam-jam tetapi menyediakan waktu bagi Tuhan sering kelupaan. Wah, ini status memang benar-benar menampar dan mengingatkan saya. Bagaimana dengan teman2?

Oke, kembali ke fenomena tadi, Nyari Tuhan di jejaring sosial?!
ada komentar?

10 comment(s):

  1. kalo ditanyakan pendapatku, mmg berdoa itu bukan di status.
    aneh jg update status isinya doa.
    jgn2 sebenarnya ingin temen2 tau keadaannya saat itu.
    tapiii,
    kalopun ada temen yg update status gt, aku ga akan mikirin, lebih tepatnya tidak menghakimi.
    krn kita ga bener2 tau apa yg dipikirkan ketika update itu kn.
    jd kalo aku sih terserah aja mau update status apa kek.
    cuma yaa yg kau blg itu bener sebenarnya, ttg doa kepada Tuhan ko dipublish ke org2.
    mgkn kalo kau tny pendapat temenmu yg sering update status berisi doa, kau bs dapat perspektif yg lebih luas
    kenapa si kawan update status doa.
    segitu aja siih rey :)

    ReplyDelete
  2. waaahh kayanya saya termasuk yg suka update status smacem itu tuh..hehhee
    setuju dengan rey..jangan coba2 berdoa di depan umum kalo saat berdua aja dengan Tuhan ga pernah berdoa..hehehe
    kalo saya pribadi mengupdate status itu tujuannya kan biar orang tau apa yg dalem pikiran n hati kita..so kalo memang hati n pikiran sedang "penuh" dgn Tuhan ya bagikan saja..siapa tau ada yg sedang merasakan hal yg sama jd semakin dikuatkan..tp yg penting harus berhikmat juga berkata2 jangan sampe jadi batu sandungan buat beberapa orang.hehehhee
    CMIIW

    ReplyDelete
  3. Saya juga kadang-kadang buat status seperti itu, tapi gak sering2 amatlah,hehe. tapi bukan berarti saya gak berdoa n meluangkan waktu buat Tuhan. tapi gak tau juga ya sama teman mu yg update status itu,,mudah2 an aja dia kayak saya,,ahahaha.

    ReplyDelete
  4. @crazy rabbit
    saya di sini tidak men-judge ataupun menuduh2, kan saya juga bilang saya pernah. Jadi, jangan menangkap bahwa saya mengatakan yang meng-update demikian sebenarnya tidak berdoa. :D Saya malah ingin tahu apa yang menjadi sebab orang melakukan hal seperti itu. :D

    ReplyDelete
  5. ohh,,saya gak bermaksud menuduh kamu kog,,hehehe:)
    semoga dengan update status tsb dapat menjadi berkat buat org yg baca :),,atau buat org yg sedang mengalami hal yg sama,,semakin bersemangat!! xixiixi

    ReplyDelete
  6. yoii..
    saya takutnya disangka nge-judge soalnya komentar sebelumnya seakan seperti itu. hehe. *salah interpretasi doang keknya*
    haha.

    ReplyDelete
  7. aneh...sy juga baru posting tentang ini :D

    ReplyDelete
  8. @skydrugz
    karna ini memang fakta menarik mungkin. hehe. :)

    ReplyDelete
  9. setelah beroda, seringkali berbagi rasa syukur dan juga perasaan kepada Tuhan..
    Jejaring sosial kan bisa jadi sarana, sama kayak jalan2 yang dibangun jaman Romawi menjadi sarana untuk mempermudah orang berbagi pengetahuan kalau dulu.

    ReplyDelete