February 6, 2011

obedience to godSetiap kita pasti pernah merasakan adanya pergumulan dalam hidup ini. Saya yakin akan hal itu karena hidup setiap orang bagaikan roda yang selalu berputar dimana terkadang kita dapat berada di atas atau posisi nyaman kita dan terkadang berada di bawah atau posisi tidak menyenangkan. Namun, saya percaya Tuhan itu maha adil dan selalu punya rencana yang indah bagi kita. Yang perlu kita lakukan adalah percaya dan tetap setia.

Beberapa minggu kemarin, saya mengalami fase yang cukup berat yakni fase dimana saya harus memulai sebuah penelitian untuk Tugas Akhir. Mengapa saya katakan berat? Karena saya pribadi adalah orang yang sangat susah untuk memulai sesuatu apalagi jika hal itu sudah dicap 'tidak mudah untuk dilakukan' dalam pikiran saya. Fase ini cukup berat karena di samping ada target deadline yang saya tetapkan, ada konflik juga dalam motivasi diri untuk memulainya.

Dalam keadaan pikiran yang berlalu lalang ke sana kemari dan mencari titik tolak, saya menyadari bahwa sifat seperti ini telah mendatangkan banyak masalah dalam kehidupan saya. Saya juga kemudian mengintrospeksi diri tentang kehidupan rohani saya. Apakah sebenarnya saya sudah membawa pergumulan tentang karakter jelek ini ke dalam doa-doa saya? Apakah sebenarnya saya sudah berusaha melaksanakan firman Tuhan? Atau bahkan apakah sebenarnya saya sudah membangun persekutuan pribadi yang intim dengan Tuhan?

Dalam lamunan tersebut saya membayangkan bahwa sebenarnya saya sedang menunggu. Saya menunggu adanya perubahan dalam karakter saya. Namun, tanpa saya sadari saya 'hanya' menunggu. Dalam sebuah penantian tidak jarang orang terlalu fokus dengan apa yang dinanti sehingga meninggalkan apa yang sebenarnya harus dilakukan sebelum yang dinanti itu datang. Dalam hal ini saya menyadari hal itu adalah ketaatan atau kesetiaan. Sering sekali kita sebagai manusia fokus kepada apa yang ingin kita capai sampai-sampai melupakan pertolongan Tuhan. Dalam kasus saya, saya selalu ingin mengubah karakter yang buruk dalam diri saya tadi tetapi terkadang saya berubah menjadi tidak setia dan melupakan apa yang bahwa Tuhan lah yang memegang hidup saya.

Hal ini mengingatkan akan sebuah lagu yang dinyanyikan oleh John Waller, While i'm waiting.



Dalam penantian seharusnya kita tetap setia dan taat kepada Tuhan. Meskipun terkadang perubahan karakter itu sulit dan tidak secara instan dapat terjadi, melalui persekutuan yang intim dengan Tuhan setiap harinya percayalah bahwa hal itu akan terjadi atas kehendakNya. Dalam membangun persekutuan dengan Tuhan tentunya akan banyak godaan yang membuat kita tidak setia lagi. Oleh karena itu, kita butuh teman-teman dan saudara-saudara dalam persekutuan rohani untuk saling mengingatkan dan saling menguatkan agar kita tetap setia.

0 comment(s):

Post a Comment