February 19, 2011

akuSeminar ArkavidiA 2.0 (Sesi 1)

apa itu arkavidia 2.0? Cek ke TKP, gan. :D
http://arkavidia.net/

Hari sabtu biasanya kuhabiskan kebanyakan di rumah dan di depan komputer tetapi kali ini aku menghabiskannya di seminar arkavidia 2.0 .
Seminar yang lumayan lama. 6 jam, tetapi dibagi dalam 2 sesi. :p Aku sangat tertarik mengikutinya karena aku melewatkan arkavidia 1.0 yang menurut pernyataan temanku isinya menarik. Mungkin seminar yang kali ini temanya sedikit tidak umum, tetapi tetap saja pastinya menambah wawasan di bidang IT. :D
Namun, sayang sekali satupun slide tidak sempat kudapatkan karena aku pulang terlalu cepat. :(


aku di arkavidia 2.0
Sesi pertama diisi oleh 3 pembicara yang telah berpengalaman dalam bidang tema yang disajikan. Temanya adalah Dunia IT Mobile.
Pembicara:
1. Narendra Wicaksono (Praktisi Mobile dan Developer Marketing Nokia Indonesia)
2. Andri Yadi (CEO of PT. DyCode Cominfotech Development)
3. DR. Henry Subiakto (Staff Ahli Menteri bidang Komunikasi dan Media Massa) --> sepertinya digantikan oleh pak Arif Sasongko (*kalo ndak salah eja namanya)

Secara garis besar core dari sesi pertama adalah:
- Wajah dan peluang dunia IT Mobile Indonesia saat ini
- Menjadi Mobile Apps Developer
- Peran kebijakan pemerintah dalam IT Mobile

Aku akan coba membagikan yang tertangkap otakku selama seminar tadi. Mungkin tidak terlalu lengkap karena temperatur ruangan dan pencahayaan yang mempengaruhi kinerja otakku. :p Resume di bawah ini juga kurang bagus disampaikan karena ngebuatnya ga terlalu fokus. hehe

Menurut data yang disajikan, Indonesia merupakan pengguna Facebook ke-2 terbanyak di dunia, traffic paling tinggi dalam akses FourSquare dan pengguna twitter terbanyak pertama di Asia. Yang mengejutkan adalah lebih dari 60% mengaksesnya dengan menggunakan Mobile Phone/Gadget. Selain itu, data lain menunjukkan bahwa pemakaian gadget di Indonesia meningkat begitu tinggi setiap tahunnya. Peningkatan tahun 2010 adalah yang terbesar dan ini menjadikan Indonesia sebagai negara ke-3 yang menjadi pengguna Mobile terbesar. Apa artinya ini? Indonesia merupakan ladangnya para pebisnis bidang IT Mobile. Sekarang ini kan orang Indonesia banyak yang hobi ganti2 gadget. Berbeda dengan budaya di USA sana, di Indonesia alasan fungsional kurang begitu dilihat. Kebanyakan orang suka ganti2 gadget karena melihat tren ataupun hanya sekedar suka modelnya. Perilaku yang terlalu konsumtif.

Industri mobile yang begitu tajam meningkat tentunya meningkatkan peluang bagi mobile apps developer. :D Mengapa Apps itu berperan penting di industri mobile?
Sederhana, komputer tanpa adanya aplikasi/software hanya akan menjadi barang biasa. Untuk gadget, barang itu hanya akan menjadi alat telpon dan pesan singkat. Namun, aplikasi membuatnya lebih menarik. Lalu dimana letak peluang yang tadi disebutkan? Sebagai contoh, sebuah aplikasi yang bertajuk jadwal sholat yang diintegrasikan dengan GPS berhasil diterima di pasar. Dalam 2 minggu, 12.000 user telah mengunduhnya secara gratis. Bayangkan jika developer membuatnya berbayar dengan ongkos katakanlah hanya 10.000 saja. Hal ini ternyata dipantau oleh 2 buah perusahaan pengembang Mobile Games yang sangat besar di dunia. Mereka sadar bahwa ada peluang besar di Indonesia. Oleh karena itu, mereka menghadirkan local support-nya di Indonesia. Tinggal menunggu waktu saja, RIM juga akan menghadirkannya.

Perjalanan menuju 12.000 unduhan dalam 2 minggu tentunya tidak begitu saja. Ada hal-hal penting yang harus dipikirkan. Developer memiliki value yang bisa ditawarkan ke user. Sedangkan user memiliki uang. Jika value dibarengi dengan cara dan kemasan penawaran yang baik maka user tentunya tidak akan segan untuk merogoh kantongnya demi memperoleh value itu. :) Sebagai awal, kita harus mengerti bahwa sebagai developer kita tidak beranjak dari menciptakan teknologi melainkan beranjak dari mencarikan solusi dari masalah. Setelah kita mendapat ide berupa solusi, barulah kita memakai teknologi untuk memecahkan solusi itu. Ingat, teknologi adalah 'enabler' atau jembatan. Selanjutnya, yang menjadi concern terbesar adalah UX (User Experience). UX berkaitan dengan user interface baik itu kenyamanan, desain dll. Aplikasi Angry Bird sebenarnya jika dilihat2 sederhana, tetapi membuat orang ketagihan karena User Experience-nya begitu diperhatikan.

Selain layanan aplikasi, layanan advertisement juga sangat menjanjikan. Yah, biasalah kalo di dunia IT, adds pasti dijadikan sumber revenue yang besar. Di Indonesia, sayangnya tidak begitu banyak minat dan semangat dalam menekuni bidang Industri Mobile ini padahal melihat peluang-peluang di atas seharusnya kita memiliki semangat yang tinggi. Sekarang kita kebanyakan ketinggalan dari gerak orang asing sehingga banyak ladang di negri kita sendiri malah menjadi garapannya orang asing. :(

Terakhir, Value yang dimiliki tentunya dituangkan dalam code dan seorang coder tentunya harus menguasai berbagai bahasa pemrograman dalam pengembangan Mobile Apps. Nah, sampai di pernyataan ini, aku mulai pusing. hahaha. Bicara mengenai IDE, Qt, Java, C++, JS dll lah. hahaha. Ada banyak platform Mobile sekarang ini, mulai dari Symbian yang sangat populer dari dulu hingga ke Android yang sangat populer sekarang ini. Keanekaragaman ini juga bisa dijadikan sumber ide yang sangat relevan. Untuk aplikasi yang sama tetapi pada platform yang berbeda saja sudah merupakan sebuah value bagi user. :D

Jadi, kesimpulan yang bisa aku ambil dari sesi 1 adalah:
1. Indonesia merupakan negara yang konsumtif di penggunaan MobilePhone/Gadget
2. Indsutri Mobile Apps di Indonesia merupakan ladang yang seharusnya siap kita garap, bukan membiarkan orang asing yang ambil

Menurutku, sesi ke-2 jauh lebih menarik dari sesi pertama karena lebih kepada IT untuk pendidikan. hehe

2 comment(s):

  1. nice post gan......
    hmm...sayangnya anak2 IT atau yang hobi and jago IT sendiri kadang rada males yah ngajar2in kita yang bukan dari IT...hehehehe

    ReplyDelete
  2. kalo dari pengalamanku mor, kebanyakan ga suka kalo harus ngajarin step by step. Senengnya ngasi tau kunci-kunci trus selebihnya minta kita baca sendiri. Susah juga ya. hahaha

    ReplyDelete