February 19, 2011

aku
Seminar ArkavidiA 2.0 (Sesi 2)

apa itu arkavidia 2.0? Cek ke TKP, gan. :D

Sesi Ke-2 diisi oleh 3 orang pembicara juga. Yang menarik adalah di sesi ini ada seorang pembicara yang sangat muda, yang termuda yang pernah aku tahu di dalam sebuah seminar. hehe. Temanya adalah IT-Edu.
Pembicara:
1. Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D
2. Armein Z. R. Langi, Ph.D , Dosen ITB dan praktisi Digital Learning
3. Fahma (12 tahun), penerima penghargaan Lomba Cipta Software Asia Pasifik berupa permainan edukasi.

Secara garis besar core dari sesi kedua adalah:
- INHERENT sebagai backbone pengembangan pendidikan di tingkat tinggi
- Pengembangan pendidikan di desa dengan pemanfaatan Digital Learning

Mengawali sesi ke-2, Aula Timur 'dimeriahkan' dengan penampilan dari Fruits 'n Salads. Sebuah Band besutan beberapa mahasiswa ITB. Dari 6 lagu yang dipersembahkan, 2 lagu yang menyita perhatian dan membuat aku bergoyang mengikuti alunan melodinya. Lagu apa itu?
-I Heart You (SM*SH Cover)
-Gee Gee (SNSD Cover)
Keduanya dimainkan dengan irama Jazz yang lembut. Jauh lebih enak mendengarkannya dari yang aslinya. Kreatif sekali. Musik memang sangat kaya. :D

Resume sesi ke-2 aku ini juga mungkin sedikit kurang memuaskan dalam penyampaiannya karena alasan yang sama dengan resume sebelumnya. :p

Langsung saja,
pernah mendengar kata INHERENT?
Sebagai mahasiswa ITB seharusnya kata-kata ini sudah familiar karena ITB merupakan salah satu titik intinya. INHERENT adalah singkatan dari Indonesian Higher Education Network. INHERENT merupakan jejaring yang menghubungkan sejumlah titik perguruan tinggi yang memungkinkan adanya sharing informasi yang lebih mudah. Untuk tahap pertama pembangunan, jejaring ini terdiri dari 32 universitas. Cincin utama dari jaringan ini terletak di pulau Jawa, lima universitas yang berperan sebagai backbone-nya adalah Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Diponegoro.

INHERENT sebenarnya merupakan sebuah fasilitas yang sangat menguntungkan civitas akademika dalam meningkatkan pengetahuan. Dengan adanya jejaring ini , kolaborasi antar perguruan tinggi dapat terjalin dan tentunya memunculkan adanya sharing informasi dan pengetahuan yang lebih banyak. Salah satunya adalah adanya SOI (School On Internet). Pernah mengikuti SOI? SOI sendiri sudah sering diadakan di ITB, tepatnya di ComLabs (Gedung TPB lantai 1). SOI menyajikan kuliah yang dibawakan oleh pengajar dari Universitas lain melalui siaran jejaring tadi. Namun, hal yang sangat disayangkan adalah kurangnya respon terhadap adanya INHERENT tersebut.

Mahasiswa seharusnya menjadi lebih mudah dalam mengakses jurnal penelitian dan diskusi mengenai penelitian dengan civitas akademika di kampus lain. Namun, ironis karena mahasiswa justru sering mengeluhkan kurangnya akses terhadap hal-hal tersebut. Prof. Nizam dalam pemaparannya menyatakan bahwa sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memanfaatkan INHERENT ini dengan baik. Sangat disayangkan jika kita melewatkan kesempatan pengembangan pengetahuan seperti ini. Satu fasilitas lagi yang telah dikembangkan adalah GARUDA (Garba Rujukan Digital), sebuah repositori jurnal-jurnal, publikasi, tugas akhir, tesis dll berbasis web. Namun, lagi-lagi sangat disayangkan respon yang kurang baik dari civitas akademika yang ada. Masih sedikit universitas yang mau terlibat dan menyumbang di dalamnya.

INHERENT dijadikan backbone dalam pengembangan kualitas pendidikan tingkat tinggi. Selanjutnya, pak Armein memaparkan mengenai proyek yang pernah ia lakukan bersama mahasiswa bimbingan Tugas Akhirnya. Proyek ini mencoba mengembangkan penyediaan pendidikan ke desa-desa dengan menggunakan infrastruktur ICT yang sederhana tetapi cukup memadai. Berbeda dengan INHERENT tadi, proyek ini mencoba mengembangkan kualitas pendidikan tingkat rendah (SD-menengah). Idenya hampir sama dengan SOI. Namun, pada proyek ini para pengajar dan penanggung jawab sekolah di daerah diberikan pelatihan dalam meng-handle infrastruktur yang disediakan. Dengan demikian, para pengajar tidak harus selalu dituntun. Dengan adanya sharing pengajaran yang terbuka bebas di desa tersebut dan diharapkan ke depannya menjadi antardesa, maka sangat besar peluang untuk kita meningkatkan kualitas pendidikan tingkat rendah saat ini. Untuk daerah yang terkena bencana dimana infrastruktur sekolahnya sudah tidak ada dan pengajarnya juga berkurang, sistem pengajaran digital dapat menjadi alternatif yang handal untuk dilakukan. Namun, permasalahan terjadi pada saat ujian. Masalahnya terletak pada kelulusan ujian dan sekuritas ujian. Mungkin saja orang bisa mendapatkan pelajaran tetapi belum bisa dipastikan mereka lulus ujiannya , ditambah lagi kita tidak bisa memastikan siapa orang yang mengerjakan ujian Online tersebut. hehe :p

Pemaparan terakhir disampaikan oleh Fahwa, bocah 12 tahun yang membuat permainan di Nokia E71 yang berisi permainan edukasi untuk adiknya. Uniknya, adik ini malah lebih banyak memberikan nasihat kepada peserta seminar dengan notabene yang lebih tua dari dia. Hehe. Bocah yang dewasa. :p Beberapa quote yang menarik dari dia adalah:
"Menjadi juara dan memperoleh penghargaan memang menyenangkan tetapi menjadi orang yang menghasilkan juara adalah lebih mulia"

"Saya berhenti bermain game dan beralih ke membuat game karena terlalu membuang-buang waktu dan menyebabkan gangguan syaraf. Lebih baik saya membuat game agar berguna bagi orang lain."

"Orang yang cerdas adalah orang bisa membuat orang lain menjadi lebih baik bukannya menjadi lebih buruk"


Jadi, yang dapat aku simpulkan dari sesi 2 ini adalah:
-Pergunakanlah pengetahuan yang kita telah peroleh ini untuk menjadikan orang lain juga terdidik.
-Infrastruktur IT yang memadai dan tepat merupakan salah satu wadah yang tepat dalam meningkatkan kualitas pendidikan


Seminar ditutup dengan pengumuman pemenang Door Prize. Aku merelakan keterlambatan Aku untuk menghadiri acara lain hanya untuk mendengar pengumumannya. hehe. Sayangnya Aku belum beruntung mendapatkan Samsung Galaxy yang menjadi DoorPrize-nya. hehe

0 comment(s):

Post a Comment