January 15, 2011

Si kulit bundar adalah teman sejatiku sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga menginjakkan kaki di halaman Sekolah Menengah Atas. Tidak lepas seharipun dari olahraga yang menarik ini baik itu melakukannya secara nyata maupun memainkannya dalam perangkat permainan elektronik. Namun sejak mengenal komputer dan teknologi informasi di bangku SMA, diri ini rasanya enggan menyaksikan pertandingan sepakbola ataupun memainkannya di videogame. Semangat sepakbola itu luntur dalam diriku.

Masa SD dan SMP yang biasanya kuhabiskan dengan bermain bola sepulang sekolah, kini di SMA kuhabiskan dengan mengutak atik komputer. Bahkan kulit kaki
yang sudah tidak jelas lagi warnanya akibat seringnya terluka akibat bermain bola, telah berhibernasi. Masa mengerjakan PR sembari menyaksikan BP , Hendro Kartiko , Budi Sudarsono, Firman Utina, Ponaryo Astaman dan kawan-kawan, sudah berlalu. kepakgaruda.wordpressSebegitu besarnya pengaruh teknologi informasi itu terhadapku saat itu.

Ironisnya, kelunturan semangat itu dibarengi dengan kurangnya perkembangan dan prestasi yang dihasilkan.
Berbagai kompetisi yang rutin diikuti tidak membuahkan hasil yang sangat memuaskan bagi bangsa Indonesia, termasuk bagi aku sendiri.

Namun di beberapa minggu yang sudah lalu, yakni di saat sorotan kamera benar-benar menyoroti serdadu sepakbola negri ini, mataku tercelikkan dan hatiku terbakar melihat apa yang terjadi. Semangat sepakbola yang terkubur, tiba-tiba berkobar lagi. Mengapa?!
Permainan yang sungguh berkembang dan mempesona?!
Perjuangan yang penuh kerja keras dan semangat?!
Kepercayaan diri yang tinggi dan membuahkan banyak gol?!
Semua hal di atas boleh jadi menjadi penggugah hatiku saat itu. Namun, bagiku bukan itu yang menjadi penggugah utama.

Kesatuan.

Itulah yang mengalihkan mataku saat itu. :) Betapa terharunya ketika melihat dari berbagai golongan masyarakat dan berbagai kelompok pendukung yang selama ini diberi citra buruk dan perusuh, dipersatukan oleh satu hal. Tim Garuda. Ya, benar. Kompetisi dalam negri mungkin saja menyisakan banyak pandangan yang buruk akibat kerusuhan yang sering terjadi tetapi semua itu bukanlah apa-apa karena melalui Tim Garuda , semua golongan itu bersatu dan sepakat untuk mendukung kalian saudara-saudara kami, serdadu Indonesia di lapangan rumput hijau.

Demonstrasi terhadap kinerja PSSI boleh jadi terjadi tetapi lagi-lagi itu bukan apa-apa bagiku karena kesatuan dan nasionalisme yang muncul di hati penggemar akibat ketika Tim Garuda berlaga jauh lebih penting dan berharga.
Dulu pahlawan pemersatu bangsa hanya ada di medan perang. Kini, pahlawan itu juga ada di lapangan hijau. Kalianlah mereka, serdadu Indonesia di lapangan rumput hijau.

Prestasi juara mungkin belum diraih tetapi efek pemersatu yang kalian saudaraku tebarkan jauh lebih berharga dari prestasi itu. Jangan terlalu merasa kalian mengecewakan bangsa ini karena bagiku pribadi, aku berterima kasih atas pelajaran nasionalisme yang muncul dari perjuangan kemarin. Mungkin ini hanya aku, tetapi mungkin ada banyak lagi warga negara yang berpendapat sama denganku. Kalian adalah pahlawan tanah air.

Tetaplah bermain dengan hatimu saudara-saudara sebangsaku. Tetaplah bermain dengan kompak. Tetaplah bermain dengan mengingat bahwa bangsa ini belajar banyak hal darimu. :)

Tetap Semangat Pahlawan - Pahlawan Sepakbola Tanah Air.

Majulah Sepak Bola Indonesia!


God Bless!


oleh: Reynaldo Siahaan
Mahasiswa Teknik Sipil ITB 2007


Distronya Suporter Bola - http://www.worldcupdistro.com/


sumber gambar:
cumancerita.com, kepakgaruda.wordpress

0 comment(s):

Post a Comment