November 16, 2010

Last movie review was written in English, but this time i'll write my review using Indonesian. :D If you want to read it, just use the translation feature on the right bar of my blog. :)

the social network movie

imdb:
http://www.imdb.com/title/tt1285016/


Sebelum saya memulai review, saya ingin memberikan tepuk tangan untuk Mark Zuckerberg atas keberaniannya dalam mengungkapkan sifat buruknya sendiri dalam film ini. :D

Film ini awalnya dianggap orang sebagai film dokumenter yang membosankan atau hanya merupakan konsumsi sedikit orang. Faktanya, film ini benar - benar mempertontonkan sebuah drama kehidupan yang kompleks. Mengapa kompleks? Karena di dalam film ini jelas ditunjukkan bagaimana perjalanan berdirinya facebook benar - benar berisi kesenangan, pertentangan, kebencian , kelicikan, kecerdikan , kreatifitas dan banyak hal lainnya.

Mark merupakan seorang jenius dan programmer sejati. Hal ini dapat kita saksikan di awal film dimana Mark hanya menggunakan cara - cara yang menurutnya sederhana untuk membobol berbagai macam website. Ide Facebook-nya muncul tidak berasal dari dirinya sendiri melainkan berawal dari adanya mahasiswa - mahasiswa yang sama - sama kuliah di Harvard yang memintanya membuat sebuah jejaring sosial yang hanya bisa dipergunakan oleh mahasiswa Harvard. Mark memang tidak menyia-nyiakan ide itu, bahkan ia mengembangkannya. Mark mempunyai seorang teman bernama Eduardo yang membantunya mewujudkan ide itu menjadi sebuah situs yang sekarang kita kenal sebagai Facebook. Eduardo berperan sebagai CFO awal Facebook. Sesuai dugaan mereka, hanya dalam semalam , mereka mendapatkan lebih dari 300 anggota baru. Di sini terlihat jelas bahwa Mark merupakan orang yang kreatif dan jelas memiliki kemampuan.

Saya tidak akan menceritakan lebih panjang lagi karena akan sangat mengganggu bagi teman - teman yang belum menontonnya. :)

Jesse Eisenberg yang memerankan Mark Zuckerberg dalam film ini benar - benar memerankan seorang programmer layaknya programmer yang sedikit 'nerd'. hehe Kesan yang diberikan Jesse dalam setiap adegannya membuat karakter Mark benar - benar tersampaikan pada saya ketika menontonnya. Saya tidak menyangka isi film ini benar - benar menunjukkan keadaan - keadaan dimana Mark bersikap oportunis. Isi ceritanya hingga menjelang akhir membuat saya menganggap Mark benar - benar menyebalkan dan terlalu tega. Namun, di berbagai scene terlihat bahwa Mark sebenarnya sangat sayang terhadap sahabatnya. Inilah mengapa saya mengatakan film ini benar - benar kompleks dan lengkap. Kondisi persahabatan antara Mark dan Eduardo benar - benar memberi warna dalam film ini.

Kelebihan film ini daripada film dokumenter lainnya adalah kemasannya yang tidak membosankan. Alurnya mungkin dapat membingungkan jika anda tidak menyadari bahwa ternyata alurnya campuran. haha Jadi, adegan belakang ditaruh di depan dan sebaliknya dicampur-campur. Banyaknya adegan percakapan selalu diselingi dengan adegan yang menarik dan dengan tata suara yang menarik pula. Bagusnya lagi, film ini sangat menunjukkan saat - saat yang perlu didramatisir , saat - saat yang menegangkan dan saat - saat yang sendu. Bahkan seorang Mark yang dalam film ini disiratkan sebagai seorang yang cuek ternyata punya hati dan perasaan yang ternyata sensitif. :)

Yang sedikit mengganggu saya adalah dialog - dialog yang terlalu cepat. (lol)
Sangat dibutuhkan kemampuan mendengar atau membaca yang cepat ketika menyaksikan adegan Mark. haha He speaks so fast.. +_+
Selain itu, saya kurang menemukan siapa sebenarnya pemeran yang sangat disorot dalam film ini. Tentunya tidak termasuk Mark. hmmm... Teman - teman sekamarnya Mark juga tidak begitu terlihat fungsinya sampai akhir cerita padahal menurut saya mereka termasuk yang inti dari proses berdirinya Facebook tadi. hmmm... Just my opinion.

Terakhir, film ini sangat menarik untuk ditonton kaum muda yang sedang semangat berkreasi tetapi sangat jelek untuk diteladani.hehe... Jangan bersikap oportunis yah. :D

Overall Rating
8.5/10

0 comment(s):

Post a Comment