October 16, 2010

sedikit opini dan mungkin realita tentang lalulintas tanah airBukanlah suatu hal yang tabu untuk dibicarakan ketika kita berbicara mengenai kemacetan, khususnya di tanah air Indonesia. Kemacetan mungkin sudah menjadi makanan sehari - hari bagi para pengguna jalan raya di kota - kota besar khususnya. Di jakarta contohnya, untuk pergi ke kantor saja mungkin menghasilkan efisiensi waktu yang rendah karena adanya macet. Di Bandung, tempat saya tinggal saat ini mungkin masih lebih lumayan kecuali pada saat weekend dimana volume kendaraan tiba - tiba meningkat.

Beranjak dari sana, apa yang saya maksud dengan kedewasaan berlalulintas di sini? Menurut saya, kedewasaan berlalulintas adalah kesadaran dari para pengguna jalan dalam menaati peraturan, lebih bersabar dan tidak seenaknya saja. Lebih memikirkan kepentingan bersama tepatnya. Kemacetan yang terjadi tidak lain salah satunya disebabkan oleh ketidakdewasaan berlalulintas ini. Mengapa saya berkata demikian? Saya akan memberikan contoh nyata yang saya lihat.

Sore ini (17/10/2010) saya baru saja pergi dari kampus dan hendak pulang ke rumah kontrakan saya. Saya melewati Simpang Dago yang biasanya begitu ramai dan jarang sekali tidak macet itu. Namun, ada pemandangan menarik dimana lalulintas di simpang dago ini tiba-tiba bisa sebegitu lancarnya dan antrian mobil di lampu lalulintas lebih rapi tidak seperti biasanya. Hari ini adalah hari sabtu dan jam 5 sore pula, jam pulang kantor. Seperti yang telah saya sebutkan diatas bahwa Bandung akan dilanda macet ketika weekend datang, apalagi di jam - jam sore seperti itu dimana orang - orang mulai berkeliaran untuk bermalam minggu :D Jadi, apa yang membuat lalulintas di simpang dago hari ini menjadi begitu lancar padahal volume kendaraan tetap seperti biasanya?

Polisi. Eh, ternyata ada pak Polisi yang sedang bekerja di sana. :) Mulai menangkap maksud saya? Ketika ada pak Polisi yang mengatur di sana, maka tidak akan ada yang berani sesukanya di jalan raya. Taruhannya adalah kena tilang. -_-a Sebegitu takutnya semua dengan polisi hingga semua antrian begitu rapi, tidak ada saling terobos menerobos , pejalan kaki juga menyebrang dengan rapi dan laju kendaraan juga tidak memperlambat lalulintas. Inilah yang saya maksudkan dengan parameter kedewasaan berlalulintas. Terlihat jelas bedanya ketika ada yang 'mengancam' di sana dengan ketika tidak ada yang 'mengancam' di sana. Perilaku berlalulintas kita belum dewasa. Kedewasaan berlalulintas pengguna jalan raya terletak pada orangnya, pengemudinya. Pengguna jalan raya bukan hanya pengemudi loh, tetapi juga pejalan kaki.

Perilaku ketidakdewasaan masih banyak ditunjukkan dalam berlalulintas dan akhirnya mengakibatkan kemacetan. Lampu merah diterobos mengakibatkan kendaraan yang membelok dari arah depan harus menunggu kendaraan penerobos ini lewat dulu. Hal - hal seperti itu terlihat sepele ketika kita melihatnya dalam konteks pribadi dan jangka waktu pendek. Namun, ketika kita melihatnya dari segi kepentingan umum dan jangka waktu panjang maka hal tersebut berakibat tidak enak bagi kita semua.

Sampai kapankah kita akan dewasa dalam berlalulintas? Tanya pada diri kita masing - masing sebagai pengguna jalan. :)

Mari kita tunjukkan kedewasaan dalam berlalulintas. Ya, dimulai dari diri kita sendiri. :)

Sekian.
Gbu
^_^

0 comment(s):

Post a Comment