August 18, 2010

Beberapa bulan yang lalu saya mendengar bahwa kampus saya , ITB meraih peringkat pertama di Indonesia versi Webometric. Namun, saya masih bingung. Apa itu webometric?

Dari berbagai penjelajahan di beberapa artikel dan site, saya cukup dapat menganalisis dan memberikan penjelasan apa webometric ini.

Menurut wikipedia, webometric merupakan sebuah 'science' yang mencoba mengukur seberapa interaktifnya 'sesuatu' dalam ruang lingkup IT dan jaringan internet. Mungkin bahasanya agak susah tetapi sederhananya adalah webometric mengukur apakah sebuah universitas (misalnya) memiliki sebuah sistem informasi yang begitu interaktif dan dapat diandalkan serta memudahkan aktifitas di dalamnya. Atau lebih sederhana lagi, seberapa hi-tech kaitan sistem informasi dan aktifitas di universitas (misalnya) tersebut.

Webometric kini dikenal sebagai sebuah lembaga yang memberi peringkat terhadap ribuan universitas di dunia. Lembaga ini berpusat di Madrid, Spanyol. Webometrics didirikan atas inisiatif Cybermetrics lab, sebuah kelompok penelitian yang dimiliki Consejo Superior de Investigaciones Cientificas (CSIC) sebuah lembaga penelitian terbesar di Spanyol.

Webometrics sebagai lembaga pemberi peringkat mengindikasikan 4 faktor yang menentukan rangking sebuah universitas. 4 faktor tersebut adalah:

  1. Visibility (V). Jumlah total tautan eksternal yang unik yang diterima dari situs lain (inlink), yang diperoleh dari Yahoo Search, Live Search dan Exalead. Untuk setiap mesin pencari, hasil-hasilnya dinormalisasi-logaritmik ke 1 untuk nilai tertinggi dan kemudian dikombinasikan untuk menghasilkan peringkat.
  2. Size (S). Jumlah halaman yang ditemukan dari empat mesin pencari: Google, Yahoo, Live Search dan Exalead.
  3. Rich Files (R). Jumlh file yang ditemukan oleh search engine di situs Universitas tersebut. Format file yang dinilai layak masuk di penilaian adalah: Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps), Microsoft Word (.doc) dan Microsoft Powerpoint (.ppt).
  4. Scholar (Sc). Jumlah publikasi, laporan penelitian ataupun jurnal yang dipublikasikan oleh universitas tersebut di web-nya dan dapat diakses melalui GoogleScholar.
Webometics melibatkan 4 search engine dunia sebagai bahan penilaian, yaitu Google, Yahoo Search, Exalead dan Live search.

Webometric menggunakan perhitungan seperti di bawah ini:
(4xV) + (2xS) + (1xR) + (1xSc)

Dari sini saya melihat bahwa webometric akan memicu setiap perguruan tinggi untuk bersaing dalam hal sistem informasi. Sistem informasi yang baik akan meningkatkan aksesibilitas civitas akademik kepada ilmu - ilmu pengetahuan. Kualitas mahasiswa juga dapat ditingkatkan dengan berkembangnya sistem informasi ini. Oleh karena itu, sistem informasi ini harus benar - benar disampaikan ke civitas akademika agar digunakan dengan sangat maksimal. :D

Dari kriteria di atas, saya tidak heran ITB dapat meraih peringkat pertamanya. Bukan bermaksud terlalu percaya diri tetapi saya sendiri merasakan sudah banyak sekali fasilitas web yang memungkinkan kita untuk berbagi ilmu atau paling tidak mencari tahu lokasi buku itu berada. :) Namun, saya pribadi berharap ITB dapat meraih peringkat pertama lagi di tingkat nasional versi yang lainnya. Saya masih terus berharap kita masih tetap mengumandangkan kalimat "Putra Putri TERBAIK Bangsa". :D



referensi:
http://dharmawan.unpad.ac.id/campus/sekilas-tentang-webometrics.html
http://blog.deaky.web.id/2010/02/04/webometric/
http://en.wikipedia.org/wiki/webometric

0 comment(s):

Post a Comment