August 13, 2010


Sebenarnya saya mau menuliskan ini kemarin malam. Namun , mata sudah memaksa untuk tidur dan ternyata memang tidak sependapat dengan pikiranku. Ya sudahlah, saya tidur saja.

Dan sebenarnya saya juga sudah malas menulis note di pesbuk. Sudah sekitar hampir 6 bulan tidak pernah menulis lagi di pesbuk. Maklumlah, sudah hijrah ke personal blog. :D

Sebelumnya, terima kasih kepada teman - teman yang telah memberikan selamat kepada saya sehubungan dengan masukknya saya ke umur yang baru dan era yang baru yakni 20's.

Tulisan kali ini akan sangat panjang (*sepertinya sih begitu). Namun, mudah - mudahan tidak membuat teman - teman bosan dan tidak berminat membacanya. Jikalau tidak berminat, juga tidak apa - apa :p Mungkin bisa dibayangkan betapa panjangnya nanti tulisan ini karena pembukaannya saja sudah sebanyak ini. hahahaha

20 tahun yang lalu saya mengeluarkan tangisan pertamaku dan tanpa ilmu serta pengetahuan, saya dihadirkan di dunia ini. Ada yang tahu mengapa? Pada saat itu, siapa yang tahu ?!?!
Duduk di bangku taman kanak-kanak, tidak ada yang spesial dariku selain menjadi idaman kakak - kakak SMA yang ada di sebelah sekolahku. *) :P Lulus tidak dengan predikat suma ataupun magna cumlaude dan masih mencari tujuan hidup dengan masuk Sekolah Dasar.

Sekolah dasar ternyata lebih parah daripada yang kubayangkan. Tidak ada yang spesial dariku selain menjadi penghuni urutan 20 besar di sekolahku.*) :P Beberapa kali terlibat perkelahian, dipanggil kepala sekolah karena merampas kelereng teman, masuk rumah sakit karena kaki tertancap di baja tulangan yang bukan ulir dengan diameter 18mm , tegangan leleh 24MPa, modulus Young ...bla..bla..bla... (pada intinya pokoknya kakiku tertancap baja) dan banyak hal lainnya yang mungkin hanya sesuatu yang biasa. Lulus dengan predikat yang memuaskan diantara yang sangat memuaskan dan tentu saja tidak suma ataupun magna cumlaude. :D

Sekolah Menengah Pertama atau biasa disebut Midde School adalah tempat yang menurutku harapan untuk mencari jati diri dan tujuan hidup yang jelas dan pastinya luar biasa. :P Ternyata hanya dilewati dengan hari - hari yang membosankan dan hampir menjadi autis. Di sinilah saya mulai mengenal yang namanya lawan jenis. Jadi, selama lahir sampai lulus SD, semua dianggap sama. hahaha. SMP menjadi tempat pertama yang mengenalkanku pada matematika analitis dan fisika analitis. Muncul secerca visi mengenai apa yang akan kukejar kelak ketika saya dewasa. ILMU PENGETAHUAN. Yah, sepertinya itu jawaban sampai saat ini. Di masa ini juga saya diperkenalkan dengan musik. Gitar. Benda yang pertama kali kupakai untuk menghadirkan musik dalam hari-hariku. Lulus dari SMP bahkan tidak bisa mencapai predikat memuaskan. :( Hanya saja, untungnya di antara yang kurang memuaskan. hahaha :p

STOP dulu!!
Sampai sini masih semangat dan tertarik bacanya kan.
Intermezzo dahulu sedikit - sedikit. :D

Mungkin SMP dulu mengajarkanku musik dan eksakta, masa SMA mengajarkanku cinta. halah. (lol) Cinta dalam hal ini tidak bisa didefinisikan dalam kata - kata. Hal ini dikarenakan saya sendiri tidak tahu apa sebenarnya yang dianggap orang - orang sebagai cinta ini. Mungkin ini hanya tren. Kadang ada motor, ada cinta. Kadang juga ada otak pintar, ada cinta. Kadang juga ada tampang bagus dikit, ada cinta. Kadang juga ada popularitas, ada cinta. Cinta juga membuat penasaran dan ketidakjelasan dalam kepala. Ada juga rasa sakitnya tetapi kadang sakitnya itu yang bikin enak. (ini berdasarkan tanya - tanya teman SMA) haahaha. Banyak dah. Jadi sulit dituliskan dalam kata - kata. Selain cinta, masa SMA mulai membuat pencarian seorang manusia akan tujuan hidup mulai meredup karena di sinilah persaingan itu benar - benar terlihat. Eksakta dan musik yang kuanggap dulu sebagai jawaban akan tujuan hidupku nantinya ternyata hanyalah mimpi karena begitu banyak orang yang luar biasa dalam bidang itu di SMA ini. Nyaliku menciut dan mulailah teralihkan oleh Game - Game yang luar biasa merusakku. Masa SMA 2 tahun habis dan tidak produktif akibat game tersebut. Untungnya, nyaliku yang menciut tadi membesar dengan tiba - tiba mengikuti grafik semilog yang terbalik. Perjuangan yang dahsyat untuk mengejar cita - cita mulai dilaksanakan. Meski hanya tersisa 1 tahun, optimisme tetap begitu tinggi. Lulus dengan nilai yang super biasa, hanya mengumbar senyum sambil menatap logo gajah yang aneh di sampul bukuku.

ELEKTRO! Cuma itu yang terpikir olehku akan yang namanya kuliah di ITB. Bukan bermaksud mengabaikan yang lain, tetapi emang ga tahu lagi apa isinya jurusan - jurusan itu. hahaha. Nazar kepada Tuhan dilontarkan demi meraih kesempatan menduduki beribu kursi kampus dan memperoleh akun INA (ai3) yang hanya boleh dibuat sekali. fiuh.. Namun ternyata, elektro hanya angan dan harapan. 'Tersesat' di FTSL tanpa arah dan tujuan serta pengertian yang jelas akan apa itu FTSL. Oh, yang parahnya ternyata elektro yang dalam pikiranku ternyata hanya seujung kuku saja. Jadi sebenarnya saya mau masuk kuliah tetapi sama sekali tak tahu isi jurusan - jurusan itu apa. Waw.. Waw.. Waw..
Biasa aja kan yah.. :p

Namun, sekarang di sinilah saya berdiri di kampus ganesha sebagai mahasiswa tingkat 4 program studi TEKNIK SIPIL. 3 tahun kulewati di kampus ITB. Jatuh bangun pasti ada. Baik itu studi, pelayanan, mental pribadi, masalah pribadi dll. Namun, itulah hidup.
Sejauh ini, apakah saya merasa sudah menemukan tujuan hidup? Sepertinya belum, karena menurutku tujuan hidup manusia adalah prosesnya itu sendiri. Aneh ya. Yah namanya juga pendapat pribadi. :)

Kita sudah hampir mencapai penghujung cerita. Sejauh ini SEPERTINYA cerita singkat tentang hidup ini biasa saja yah. YA! Jika kita melihatnya sebagai sesuatu yang biasa. Namun , perhatikan di balik itu semua. Bahkan hal kecil sekalipun adalah sesuatu yang luar biasa dalam cerita saya ini. Perhatikan bagaimana DIA menuliskan ceritaNya dalam hidup saya. Bagaimana IA mengajari saya sedikit demi sedikit, menghukum saya akan kesalahan - kesalahan saya dan akhirnya mengarahkan saya berada di kampus ini dan bertemu teman - teman sepelayanan saat ini serta teman - teman satu unit saat ini. Tuhan punya banyak cara dalam menuliskan ceritaNya dalam hidup saya dan teman - teman.
Mungkin ini caraNya pada saya. Bagaimana dengan teman2?


Mengapa saya menuliskan sampai sepanjang ini?
Sebenarnya sih malas juga mengumbar - ngumbar sebegini banyak ke umum.
Namun, ada satu hal yang ingin saya sampaikan yakni mari kita belajar menuliskan cerita kehidupan kamu, dengan begitu kamu tahu seberapa besarnya sebenarnya penyertaan Tuhan itu padamu. Jika kamu menganggap kamu masuk ke ITB karena kamu yang merasa pintar dan hebat saat mengerjakan soal, maka kamu salah karena saat itu juga Tuhan yang memutuskan kamu masuk atau tidak. Atau ketika kamu bisa mulai berjalan saat kecil itu karena kamu diberi gizi yang baik oleh orang tua yang perhatian maka kamu keliru karena saat itu juga Tuhan yang menuliskannya dalam hidupmu. Semuanya hanya karena anugerahnya. Jadi apa lagi alasan kita untuk tidak bersyukur dan tidak taat? Dunia hanya menjanjikan kita hal - hal yang semu. Ingat! hanya menjanjikan. Namun, Tuhan berjanji dan menggenapinya. Dia berjanji akan menyertai kita dan sampai kini saya pribadi masih merasakan begitu luar biasanya penyertaanNya.

Hidup kita yang kita rasa biasa karena tidak berisi prestasi ataupun popularitas yang 'wah' sebenarnya adalah sebuah karya tangan yang luar biasa. Seperti yang telah saya siratkan di atas bahwa Tuhan sedang menuliskan ceritaNya pada hidup kita bukan cerita kita. God is the center.
Hidup , saya analogikan seperti memanjat tebing dengan peralatan bantuan. Berbagai cobaan untuk tetap taat dan setia selalu menghantui kita agar terjatuh dan terhempas. Namun, berpeganglah erat pada firmanNya yang merupakan alat bantuan dan pemand$ kita maka kita tidak akan tergoyahkan dan jatuh.
Note ini bukan saya tujukan untuk mengajari tetapi untuk membagikan sesuatu karena sesungguhnya apa yang sedang terjadi pada diri saya sampai usia 20 ini sungguh membuat saya kecewa pada diri saya sendiri. Jadi, mudah-mudahan teman - teman sekalian tidak ada yang sempat mengalami seperti saya ini yang terjatuh dari ketinggian x km di atas permukaan air setelah memanjat sebegitu lamanya.


Sekian,
Semoga Memberkati
Gbu
:)

ket:

*) : kenyataan yang tidak bisa ditolak :p



NB:
*Jika ada kata - kata yang tidak benar, mohon maafkan dan bantu agar tidak menjadi batu sandungan :) *
CMIIW

0 comment(s):

Post a Comment