May 25, 2010

Banyak orang mengatakan bahwa bahasa lisan atau penyampaian secara lisan sangat penting. Hal itu benar tetapi untuk beberapa kasus , bahasa tulisan akan sangat mempengaruhi. Contohnya saja, ketika kita sedang mengajukan proposal kerja praktek. Bahasa tulisan yang kita pakai akan sangat mempengaruhi tanggapan dari yang membaca. Menulis sesuatu yang bersifat formal merupakan hal yang lebih sulit daripada sekedar menulis biasa. Oleh karena itu, sekarang saya hanya akan berbagi pengalaman bagaimana saya menulis tulisan - tulisan yang non-formal. :)

Permasalahan paling awal dalam menulis adalah mencari kalimat awal yang menarik. Ya, tentu saja. hahahaha... Sebenarnya kalimat awal itu tidak terlalu penting. Yang penting adalah bagaimana dari awal hingga akhir kita bisa memberikan bahasa yang menarik dan tidak membosankan hingga akhir.
Saya biasanya menulis seperti saya sedang bercerita kepada orang. Yang membedakan adalah ketika kita menulis, kita punya banyak waktu untuk memikirkan kata - kata yang menarik untuk dikeluarkan. Oleh karena itu, biasanya banyak orang yang lebih menarik ketika tulisannya dibaca daripada ketika berbicara secara langsung. :)

Ketika menulis sesuatu, misalnya pengalaman di suatu hari, lakukan saja seperti sedang menceritakan hal itu kembali kepada teman - temanmu. Karena tulisannya bersifat non-formal berarti tidak perlu memikirkan kesalahan tanda baca atau apapun itu yang berkaitan dengan kaidah tulisan. :D Permasalahan lainnya yang saya biasanya jumpai ketika berusaha menulis adalah susah untuk konsisten terhadap apa yang akan ditulis. Terkadang , topik tulisan saya bisa melenceng ke sana ke mari. Setiap paragraf mungkin tidak berkaitan. hahaha. Tidak apa - apa. Inilah asyiknya menulis. Buat saya, biasanya untuk tulisan yang lumayan panjang, saya membuat sebuah outline singkat terlebih dahulu dalam kepala saya. Tidak secara tertulis, tetapi secara tertulis juga tidak masalah. Dengan outline sederhana sekalipun, kita dapat membuat tulisan kita lebih terarah dan jelas tujuannya. :D Bahkan , bercerita secara lisan juga sebenarnya membutuhkan outline. Namun, lagi - lagi bahasa tulisan mempunyai keunggulan dalam hal waktu. hehehe..

Permasalahan lainnya biasanya adalah susah membuat judul. Ini masalah sepele tetapi biasanya judul itu mempengaruhi niat orang untuk membaca. Berbeda dengan kalimat awal tadi, judul sungguh mempengaruhi. Tips untuk judul, judul itu tidak harus selalu terpaku dengan isi tulisan. Namun, carilah kata atau kalimat yang cukup menarik sehingga menggambarkan tulisan itu secara eksplisit. hehe. Susah ya. Saya biasanya menggunakan analogi terhadap sesuatu hal atau benda atau memakai majas. Yah, sekreatif mungkin lah. :D

Itulah sedikit berbagi pengalaman menulis saya.
Jika ada yang berminat menambahkan atau membantu saya lebih baik maka saya akan sangat bersyukur dan tertarik. ^_^
:wave:
Sekian.
Semoga berguna.
Gb

0 comment(s):

Post a Comment