May 12, 2010



Akhirnya setelah setahun baru bisa mendapat softcopy film ini. Kemaren telat nonton di bioskop. hahahaha.... Dulu tuh tertarik banget dan sangat penasaran dengan film ini. Alasannya karena katanya film ini punya esensi yang baik masalah cinta dan agama, tetapi tidak terlepas dari itu, sangat ingin menonton karena ada unsur - unsur ITB-nya... hahahaha. Yang ngebuat judulnya saja tuh senior saya di Sipil..

Cin(T)a
Sebuah film indie tentang keberagaman Indonesia, diputar di Indonesia pada April 2009. Tentang Cina, Perempuan, Tuhan, Suku, Agama, dan Cinta.

Film cin(T)a adalah kisah cinta segitiga antara Cina, Annisa, dan Tuhan.
Sedikit sinopsis:
Cina (Sunny Soon), mahasiswa baru, 18 tahun, bercita-cita menguasai dunia dengan Tuhannya, Yesus Kristus, di sisinya. Ia percaya bahwa ia dipilih Tuhan untuk menjadi gubernur Tapanuli, sebuah provinsi yang akan terbentuk di masa yang akan datang. Cina berjuang dengan iman yang kuat, namun naif, karena terus menemui kegagalan.
Annisa (Saira Jihan), mahasiswa senior, 24 tahun, yang mana akademisnya agak terhambat karena karirnya sebagai bintang baru di dunia perfilman. Ia putus asa membuktikan bahwa ia bukan perempuan yang hanya memiliki kecantikan dan tidak terlalu pintar. Ketenaran dan kecantikannya malah membuatnya kesepian di mana ia hanya percaya pada cinta dari keluarganya, keluarga Jawa dengan tradisi Islam yang kuat.
Tuhan, karakter yang paling tidak bisa ditebak. Karakter yang benar-benar berbeda dalam imaji tiap manusia. Semua orang mencoba mendeskripsikannya. Semua orang berpikir mereka mengenalnya. Setiap karya seni mencoba menggambarkannya. Namun tak ada yang benar-benar menyerupainya…
Cina mencintai keduanya, Tuhan dan Annisa.
Annisa mencintai keduanya, Tuhan dan Cina.
Tuhan mencintai keduanya, Cina dan Annisa.
Namun Annisa dan Cina tak bisa bersatu…
Karena mereka menyebut Tuhan dengan nama yang berbeda.


Dari awal menonton film ini sungguh membuat penasaran dan sedikit senang akan filmnya. Mendekati akhir, mulai banyak hal - hal yang kuanggap merupakan 'miss' dari pembuat filmnya.
Apa yang ingin disampaikan film ini adalah pluralisme agama bukan merupakan halangan dalam saling mengasihi. Itu benar. Aku setuju. Namun ada titik gelap yang dilupakan oleh pembuat ceritanya menurutku. Pada beberapa kali adegan , banyak sekali kata - kata maupun dialog yang mempertanyakan Tuhan dan fungsi Tuhan. Sebenarnya film ini tujuannya untuk tidak membeda-bedakan orang berdasarkan agama atau malah menjerumuskan orang menjadi atheis dan tidak percaya Tuhan.

Film ini sungguh dikemas dengan sangat baik dan ide ceritanya juga sangat memasyarakat. Namun, hal tadi itu membuatku menyayangkan film ini. Bahkan , si 'Cina' tokoh di film ini yang merupakan seorang umat beragama yang taat, bisa berubah sesaat dan mempertanyakan Tuhan hanya karena wanita dan agama. Hal ini terkadang yang membuat orang - orang yang ragu akan Tuhan semakin tidak percaya akan adanya Tuhan. Hal - hal sepele bisa berakibat fatal.

Yah, itu sih menurutku dan yang sedikit terlihatku.

Selain hal di atas,
aku secara pribadi tidak setuju dengan hubungan yang beda agama. Aku percaya kalau orang yang berbeda agama dapat bersatu melalui cinta. Namun, aku tahu bahwa itu hanya sementara. Hidup kita di dunia bukan dari kita dan bukan oleh kita apalagi untuk kita. Hendaknyalah kita serahkan semuanya ke dalam tangannya dan jalankanlah kehendakNya.
Smoga dimengerti :)

Tulisan ini dibuat di kala film ini sudah basi , hahahaa...
Namun, tidak apa - apa... Happy to Share.. ^_^

0 comment(s):

Post a Comment