February 3, 2010

Suatu malam aku berpikir ,
gimana sih caranya supaya aku bisa menyelesaikan perkuliahan di ITB ini dengan baik disertai dengan pengalaman organisasi yang cukup...?
Terpikir jawaban,
Oh, aku mesti bisa bagi waktu dengan sangat baik dan kurangi maen2 lah...
tp muncul pertanyaan cabang, Gimana caranya bagi waktu yang baik yah? hmmm...
Muncul lagi jawaban dari kepala,
Oh, aku mesti minta bantuan Tuhan supaya dimampukan...
Tapi muncul pertanyaan cabangnya lagi,
Gimana caranya dengar jawaban dan tuntunan Tuhan yah....
Tersadar bahwa jawabannya adalah Milikilah Persekutuan pribadi yang intim dengan Tuhan...

Esoknya, kepalaku mempertanyakan hal lain lagi...
Cemana caranya nih biar aku tidak malas dan menjalankan tugasku sebaik2nya yah...?
tersirat jawaban:
Oh, aku mesti membiasakan mengerjakan kerjaan secepatnya sesudah diberikan.
nanya lagi: But, How?
eh, terpikir jawaban lagi...
Oh, aku mesti minta bantuan Tuhan supaya dimampukan...
Tapi muncul pertanyaan cabangnya lagi,
Gimana caranya dengar jawaban dan tuntunan Tuhan yah....
Tersadar bahwa jawabannya adalah Milikilah Persekutuan pribadi yang intim dengan Tuhan...

Untuk ketiga kalinya,
ada apa ni kok orang2 seangkatanku pada sibuk cari2 TH, emangnya dah saatnya yah...?
muncul jawaban:
sepertinya ini cuma tren doang haha...
tapi penasaran, jadi muncul pertanyaan cabang:
apa aku ikut tren aja yah... hahaahaaha
tertangkap jawaban:
Ikutilah kata hatimu, jangan sok2an ikutan tren... hehe
Tapi ,
cemana aku tahu kata hati yang benar?
Muncul jawaban dari kepala,
Oh, aku mesti minta bantuan Tuhan supaya dikasi tahu...
pertanyaan cabangnya lagi,
Gimana caranya dengar jawaban dan tuntunan Tuhan yah....
Tersadar bahwa jawabannya adalah Milikilah Persekutuan pribadi yang intim dengan Tuhan...


Pada dasarnya semua akan KEMBALIi ke hubungan pribadi yang intim dengan Tuhan...
Sudah sering terjadi kejadian seperti di atas dengan bidang yang bermacam2, tapi sering sekali aku lengah...
Kita sering minta tuntunan dan jawaban dari Tuhan.
sering kita meragukan yang mana dan dimana jawaban yang benar itu...
satu2nya cara adalah yang tadi... milikilah hubungan pribadi yang intim dengan Tuhan.
Kadang emang sulit diterima pikiran bahwa bagaimana dengar jawaban Tuhan, apa guna sesuatu didoakan terlebih dahulu sebelum dilakukan dll...
tapi percayalah, kepekaan akan suaraNya itu dilatih melalui PPDA yang baik... :D
dan apapun yang direncanakan Tuhan adalah yang terbaik ^_^
jadi , doakan lah dulu ...

cemana PPDA yang baik?
kalo kata bg y***s sih, "saat teduh yang berkualitas yakni tidak cuma baca dan doa tapi juga dihayati dan ditelaah baik2 serta diimplementasikan."
kalo kata bg t**r sih, "jangan malas baca buku panduan (dibaca:alkitab) ini... mosok buku Mekanika Tanah Berjilid - jilid mw dibaca habis, tapi yang ini nggak "
kalo kata pak T*****Y sih, "bertekunlah dlam doa dan bersabar dalam pengharapan"
tengs atas quote2nya ^_^

Karna seringnya aku lengah sehingga muncul pikirin cem gini...

0 comment(s):

Post a Comment