December 23, 2009

Teman2, perayaan natal akan tiba sebentar lagi... Kemarin malam saya membaca status teman yang sangat membuat saya berpikir dan mencoba mencari tahu.

Apa makna natal itu saat ini?
Apakah hanya sekedar karena hari ulang tahun Yesus? atau karena sekedar natal itu menyenangkan?
Apakah yang kita ingat sebagai orang kristen dari momen natal?
pohon-pohon cemara yang tinggi, kado-kado yang indah, sinterklas yang membawa hadiah atau lain sebagainya...
Mengapa orang kristen merayakan natal?
Apakah karena sekedar ritual tahunan, atau apakah karena kita pribadi orang kristen dan natal adalah perayaan orang kristen...?

Sebagai awal tulisan saya ini, saya sungguh sedih ketika melihat semakin lama orang-orang semakin melupakan citra utama dalam perayaan natal itu sendiri yaitu citra seorang raja yang lahir yakni Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamat kita. Saya melihat banyak perayaan sekarang justru tidak menunjukkan sosok Yesus itu sendiri. Sebagai contoh, coba perhatikan kartu ucapan natal... Carilah di google, dengan keyword 'merry christmas'... maka mayoritas kita hanya
akan mendapatkan gambar-gambar pohon natal, sinterklas, salju, warna merah dan hijau... Bisa dihitung dengan jari berapa banyak gambar Yesus ada di sana... Sebenarnya apa makna natal bagi orang kristen saat ini? Ini membuat saya bingung.

Seorang pendeta di gerejaku pernah membawakan khotbah mengenai hal ini. Pendeta ini mencoba mengembalikan citra dan makna natal itu sebenarnya dalam ceramahnya. Aku yakin semua pendeta di semua gereja juga akan menyampaikan hal yang sama mengenai natal. Natal adalah suatu hari yang disepakati sebagai hari lahirnya seorang bayi yaitu Allah kita, Juru selamat kita, Yesus Kristus. Natal adalah saat-saat dimana ada sukacita yang tak terbayangkan dari dalam diri kita karena kita mengetahui kabar bahagia dan baik itu bahwa kita akan diselamatkan. ^_^ Karena begitu besarlah kasih Allah maka Ia mengaruniakan AnakNya yang tunggal bagi manusia. Oleh karena itu, seharusnya semangat dan nuansa natal itu tidak muncul di desember saja. :(

Fenomena yang terjadi saat ini adalah sosok sinterklas dan pohon2 bersalju yang dominan menggantikan Tuhan Yesus meskipun saya yakin sosok Raja Damai itu sendiri tidak akan tergantikan. Terjadi pergeseran makna bagi kita yang ada di zaman sekarang. Bagaimana respon kita terhadap hal ini? Apakah diam saja dan menikmatinya begitu saja?

Pernahkah teman-teman merasakan kebosanan dengan perayaan natal tiap tahun? Hal itu pasti sangat banyak dijumpai di saat-saat sekarang ini. Kebosanan terjadi karena memang apa yang ditawarkan dunia ini adalah hal yang semu dan berakibat membosankan. Namun, ketika kita membawa dan meresponi natal ini ke dalam hati kita dengan kesadaran bahwa Tuhan telah hadir bagi kita dan kita ingin merayakannya... Saya yakin, setiap tahun bahkan setiap hari, tidak akan ada kebosanan dalam hati kita merayakan kehadiranNya dalam hidup kita.

Saudara-saudaraku, marilah kita jangan terjebak dengan apa yang ditawarkan dunia dan meninggalkan makna dan esensi natal itu sebenarnya. Natal adalah wujud kasih nyata Tuhan. Kenapa harus kita gantikan dengan kasih semu dunia?
MerayakanNYA dengan hal-hal yang indah bukanlah sesuatu yang dipermasalahkan tetapi jangan sampai citra Yesus itu sendiri tertutupi oleh hiasan-hiasan dan pernak-pernik natal yang kita siapkan terlalu berlebihan. Tuhan 2009 tahun yang lalu memang lahir di tempat yang hina dan tak layak tetapi apakah sekarang kita akan menjadikan hal yang sama terjadi pada Tuhan kita, setelah kita tahu dan sadar bahwa Yesus adalah wujud kasih nyata Tuhan dan kedatanganNYA adalah sukacita yang besar bagi manusia.

Semoga kita masing-masing selalu diingatkan akan makna dan esensi natal itu...
Marilah senantiasa bersyukur dan memuliakan Dia karena kasihNya yang menyelamatkan.. ^_^

Selamat Natal teman2...
Tuhan memberkati

Soli deo Gloria

^_^b

0 comment(s):

Post a Comment